TenggaraNews.com, MUNA – Mantan Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Drs. Syarifuddin Udu atau biasa di sapa SU kian menunjukan keseriusannya maju pada Pilkada Muna, yang akan digelar 2020 mendatang.
Hingga saat ini, SU sudah mengikuti tahapan penjaringan di empat partai politik. Sebelumnya, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri sudah mendaftar di PDIP pada 17 September 2019 lalu. Hari ini, Syarifuddin menyambangi tiga kantor Parpol sekaligur, guna mengambil formulir pendaftaran.
Didampingi tim sukses dan simpatisan, SU mendatangi Kantor DPC Partai Demokrat, DPD Partai NasDem dan DPD II Partai Golkar Muna.
“Saya sampai (di Muna) dari kemarin, tentu dalam rangka untuk mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Muna tahun 2020. Jadi, sudah empat partai yang saya daftar,” ungkap Syarifuddin Udu, Sabtu 12 Oktober 2019.
Mendaftar diempat Parpol, kata dia, berarti dirinya mempunyai potensi besar untuk mendapatkan beberapa pintu dan itu menjadi harapannya. Walaupun baru penjaringan bakal calon, tetapi Ia meyakini semua calon berusaha untuk mendapatkan dukungan partai.
“Jadi inilah yang saya lakukan hari ini. Saya makin menunjukan tekad kepada masyarakat dan mereka harus tahu bahwa saya betul-betul serius untuk masuk dalam bursa calon Bupati Muna 2020 -2025,” katanya.
Untuk visi dan misi, lanjut SU, telah disampaikan secara terbuka di Kantir DPD II Partai Golkar, dan visi misi tersebut sama juga untuk partai lain. Namun yang membedakan ada beberapa hal seperti berkaitan dengan komitmen, karena dari partai yang telah didaftarnya semuanya berkeinginan untuk berkomitmen membesarkan partai.
“Itulah konsekwensi kita menjatuhkan pilihan pada partai tertentu, karena saya menyadari bahwa di Muna tidak cukup kalau hanya menggandeng satu partai. Sebab, tidak ada satupun partai yang kursinya cukup untuk saat ini. Namun dari partai yang telah saya daftar tadi, sebelumnya sudah membangun komunikasi yang intens mulai dari bawah sampai ke tingkat pusat, akan tetapi terlalu dini jika saya pastikan partai mana saja,” papar SU.
Saat di tanya mengenai figur wakil yang akan mendampinginya, SU mengaku sudah ada sederetan nama yang telah dikantonginya, namun untuk menentukan pendamping tentunya harus didiskusikan terlebih dahulu dengan partai pengusung yang diharapkan agar dapat diterima oleh semua partai.
“Jadi ketika berkoalisi berarti siap untuk berdiskusi, siapa yang dianggap terbaik dan layak untuk mendampingi saya. Yang jelas orang yang mendampingi saya nanti adalah sosok yang mempunyai kemampuan, karena ini memimpin daerah jadi saya harus mencari yang kapabel. Tentu semua orang mendambakan pendampinya mempunyai kriteria yang utama pasti berbicara tentang kapabilitas dan kapasitas yang bersangkutan, tanpa mengabaikan elektabilitasnya maupun dukungan lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, ayah lima anak itu menerangkan, beberapa bulan terakhir ini Ia telah membentuk tim sebelum melakukan sosialisasi di beberapa titik, dan itu terasa. SU yang awalnya belum dikenal oleh masyarakat banyak, kini mulai didiskusikan banyak orang termasuk di Medsos.
“Saya bersama tim menyadari, saat itu belum dikenal oleh masyarakat. Apalagi saya tinggal di Jakarta cukup lama, sehingga kami membentuk struktur dan secara masif kita lakukan sosialisasi, Alhamdulillah bisa di cek di lapangan, masyarakat sudah bisa mengenal lebih luas siapa SU sebenarnya,” Imbuhnya.
Dia juga berpesan kepada masyarakat, bahwa sudah saatnya untuk memilih pemimpin yang dipertimbangkan secara rasional. Artinya, Muna ini butuh figur yang benar-benar mampu membawa kemajuan ke depan.
“Saya yakin masyarakat sekarang sudah cukup cerdas dalam memilih pemimpin, dan tim saya tentunya tanpa saya tugasi mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya. Saya berterima kasih, walaupun saya secara fisik saya banyak di Jakarta tapi ternyata mereka sudah mampu mengangkat elektabilitas saya yang dalam waktu tidak cukup lama,” tutupnya.
Laporan: Phoyo









