TenggaraNews.com,MUNA-Banyak hal mengundang kekisruhan dalam proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Muna yang berbuntut panjang. Akibatnya, persoalan tersebut, Ketua KPUD Muna, Kubais dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.
Beberapa masyarakat Muna, resah dengan ancaman ternodanya Pilkada Muna akhirnya memilih menempuh jalur ke DKPP.
Menurut Pelapor, Ficki, laporan tersebut sebagai bentuk pelajaran bagi penyelenggara pemilihan baik yang ada di kabupaten, kecamatan, hingga di desa dan kelurahan.
“Ini bentuk pelajaran. Jangan main-main jadi penyelenggara. Ingat, ada sumpah dan kode etik yang melekat. Jadi harus jujur, jangan culas dan licik. Jangan sampai kelak dikenang oleh generasi selanjutnya sebagai sosok yang negatif,” tutur Ficki, Sabtu 10 Oktober 2020.
Saat ditanya perihal apa saja yang menjadi substansi pelaporannya, Ficki menerangkan, bahwa hal itu sebenarnya diketahui oleh publik selama ini. Namun atas dorongan demi mewujudkan Pilkada Muna yang jujur, ia terdorong merangkumnya dan melaporkannya ke DKPP.
“Masyarakat Muna sudah tahu sebenarnya. Muna ini dibangun dengan nilai-nilai kejujuran. Pilkada ini bisa lancar jika semua penyelenggara jujur. Itu yang harus kita wujudkan, makanya saya lapor ke DKPP,” tegas Ficki.
Ditempat yang sama M.Rahman yang juga salah seorang pelapor, mengaku geram dengan penyelenggara yang licik dan nakal. Menurutnya, proses penyelenggaraan kepemimpinan di Muna harus dilandasi dengan nilai jujur.
“Kita tidak mau calon pemimpin kita pembohong. Apalagi dimuluskan oleh oknum yang pembohong. Mari bersama kita wujudkan Pilkada Muna yang jujur. Masyarakat Muna kini dibuat resah dengan banyaknya kebohongan. Mari kita habisi bersama,” tegas M.Rahman.
Berdasarkan informasi yang diterima oleh jurnalis TenggaraNews.com, laporan DKPP RI diterima langsung oleh petugas penerima laporan di Jakarta dan akan segera diproses.
Dimana, laporan tersebut menyangkut dugaan keberpihakan Ketua KPU Muna, Kubais yang dianggap kerap menguntungkan pasangan calon Rusman Emba-Bahrun Labuta.
Laporan : Phoyo









