TenggaraNews.com, KENDARI – Oknum aktivis LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Konawe diduga mengancam dan mengintervensi wartawan salah satu media online, saat melakukan konfirmasi terkait penjualan alat mesin petani (Alsintan), Kamis 22 April 2021.
Dikutip dari libasnews, warga Konawe berinisial AS yang diduga kuat terlibat dalam proses jual beli bantuan Alsintan untuk petani berang, mencoba mengintervensi hingga mengancam wartawan yang melakukan konfirmasi peliputan.
Dalam percakapan via pesan WhatsApp, oknum yang mengaku Sekda LIRA Konawe ini mengatakan, selama dirinya aktif dalam dunia pergerakan belum ada lembaga yang berani terhadapnya.
Wartawan yang mendapatkan pengancaman tersebut, Andi Sulfitra saat ditemui di kediamannya mengungkapkan, awal mulanya dirinya mendapatkan ancaman dan intervensi saat melakukan konfirmasi, terkait keberadaan Alsintan kepada AS.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, sebagai aktivis LSM, seharusnya Ia meluruskan persoalan jual beli Alsintan ini. Namun, kuat dugaan dia pelakunya, sehingga keluar kalimat agar tak saling mengganggu.
“Melalui percakapan kami via telepon AS mengungkapkan bahwa masa kita sesama mau baku injak, urusan makananmu saya tidak pernah urus namun kenapa urusan makananku kamu urus, di situlah saya berpikir mengapa AS ini vokal sekali menanggapi terkait Alsintan tersebut,” ungkap Andi Sulfitra.
Dia menambahkan, setelah ditelusuri secara detail, dengan meminta keterangan dari narasumber dan memperlihatkan foto Alsintan yang di jualal, ternyata AS ini pelakunya, dia pula yang melakukan transaksi dengan pembeli di depan penjual ayam potong di Wawotobi, dan dia juga yang mengambil uang hasil penjualan Alsintan sebesar Rp 80.000.000.
Selain itu, oknum ASN asal Konawe berinisial R juga diduga kuat terlibat dalam jual beli Alsintan tersebut.
Untuk diketahui, Alsintan ini merupakan alat tarikan dari kelompok tani yang dilakukan oleh R, dengan alasan bahwa alat itu bukan untuk kelompok tani tersebut, tetapi untuk kelompok lain sehingga meraka lakukan penarikan.
Mirisnya, setelah Alsintan itu ditarik, alat tersebut berada di rumah oknum Sekda LIRA Konawe (AS). R yang bertugas di Dinas Pertanian Konawe itu berdalih, jika Alsintan itu disimpan di Kantor Dinas Pertanian Konawe akan menjadi bahan pertanyaan, kenapa alat yang ditarik tinggal begitu saja dan tidak terpakai, sehingga dipinjamkan.
“Setelah kami mengecek di lapangan, ternyata itu barang sudah dijual dan sudah berada di luar Sultra. Yang paling saya tidak pernah terima, ada bahasa via whatsup yang menyudutkan saya, seakan-akan itu ancaman buat kami, yang mengancam dan mengintervensi kami ternyata dia (AS) pelakunya,” ungkap Andi Sulfitra.
Sementara itu, Sekda Lira Konawe, AS yang dikonfirmasi melalui WhatsApp tak memberikan tanggapan.
Laporan : Helny Setyawan









