TenggaraNews.com, WAKATOBI – Proyek pembangunan pengaman Pantai Waha paket 2 di Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ternyata tak sesuai dengan gambar perencanaan.
Hal tersebut diketahui setelah adanya konfirmasi dari Dinas PUPR Kabupaten Wakatobi, melalui Faisal, Kepala Bidang Penataan Ruang.
Faisal mengungkapkan, jika pembangunan pengaman pantai tersebut sebenarnya tak sesuai dengan gambar perencanaan, karena pada awal perencanaannya bersama dinas teknis yang disepakati adalah break water atau pemecah gelombang.
“Sesuai yang mereka mohonkan untuk mendapat rekomendasi tata ruang itu adalah break water. Makanya kami keluarkan rekomendasi tata ruangnya, karena kami juga setuju kalau break water, dan itu gambarnya break water pada saat mereka mohonkan, makanya berani kita keluarkan rekomendasi,” ungkap Faisal, Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Wakatobi saat ditemu pada Senin, 6 September 2021.
Lebih lanjut Faisal mengatakan, rentetan proyek tersebut bermula dari pengaman pantai di Desa Sousu. Dimana pada kegiatannya sesuai dengan permohonan pemrakarsa melalui Balai Wilayah Sunga (BWS) Sulawesi IV di Kendari, meskipun pengaman pantai di Desa Sousu itu tidak ada izin lingkungannya.
Parahnya perubahan gambar pekerjaan tersebut tidak dilakukan konfirmasi kepada Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Wakatobi.
“Mereka ubah gambar tidak konfirmasi ke dinas setempat, dalam hal ini Dinas PUPR Wakatobi. Seandainya itu disampaikan mungkin kita bisa kaji bersama, tapi itukan tidak, kalau pekerjaan-pekerjaan lain itu pasti diasistensikan ke sini,” ujar Faisal.
Tak hanya itu, berdasarkan rekomendasi pihak Dinas PUPR setempat Nomor 640/32/2019 tentang pertimbangan teknis kesesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pada tahun anggaran 2021, seharusnya pembangunan pengaman pantai dilakukan di Desa Kapota Utara, bukan di Desa Wapia-pia.
Namun anehnya, berdasarkan rekomendasi Tata Ruang PUPR Wakatobi pekerjaan pengaman pantai mestinya dibangun di Desa Kapota Utara.
Tapi saat ini justru yang dibangun di Desa Wapia-pia.
Laporan : Syaiful









