TenggaraNews.com, KENDARI – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio membantah tudingan adanya kaplingan oknum di Pemprov, dalam proses pendaftaran penerima beasiswa pendidikan Sultra Cerdas.
Dia menegaskan, bahwa pihaknya terbuka alias transaparan dalam mengelola program tersebut. Bahkan, sejumlah media juga sudah mempublish dalam bentuk pemberitaan terkait beasiswa pendidikan ini.
Dikatakannya, promosi sudah dilakukan sejak awal Januari 2019 lalu, baik melalui pemberitaan, penyebarann brosur, penayangan di website resmi milik Dikbud Provinsi Sultra hingga pemberitahuan lewat sejumlah akun media sosial (Medsos).
“Kita juga buka akses seluas-luasnya untuk umum. Jadi, tidak ada yang ditutup-tutupi. Buktinya, sekarang itu membludak pelamar mencapai seribu lebih. Makanya kami tutup tahapan pendaftarannya,” ujar Asrun Lio saat dikonfirmasi jurnalis TenggaraNews.com di ruang kerjanya, Selasa 16 April 2019.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pasca tahapan pendaftaran di tutup, sekarang masul dalam proses verifikasi berkas dari ribuan pelamar yang ada. Tapi, pihaknya baru melakukan verifikasi terhadap 509 berkas.
Asrun Lio menyebutkan, salah satu berkas yang diverifikasi adalah Keterangan Hasil Studi (KHS), untuk memastikan keaslian berkas dan nilai yang tertera dal KHS tersebut.
“Jumlah penerima terbatas, jadi semua pelamar harus diverifikasi kebenaran data yang mereka masukan. Jangan sampai datanya tidak benar, maka harus diverifikasi dan ini butuh waktu,” tambah Asrun Lio
Ditanya terkait pernyataannya ke salah satu media online di Kendari, bahwa sudah ada nama-nama penerima beasiswa tersebut, Kadikbud kembali memberikan klarifikasi, yang menurutnya terjadi kesalahan persepsi dari pengurus LKB HMI.
“Diluruskan beritanya yah, yang dimaksud adalah nama-nama pelamar beasiswa, belum ada tahapan hasil seleksi. Jadi belum ada daftar penerimanya, semua proses seleksinya masih berjalan,” kata Asrun Lio.
Kendati demikian, Kadikbud mengakui tak ada penetapan secara tekhnis, terkait kapan mulai dibukanya pendaftaran, dan batas waktu pendaftaran. Dia hanya memastikan, bahwa pihaknya mulai menerima pelamar sejak awal 2019 kemarin, saat brosur terkait program tersebut mulai dibagi.
Dan pihaknya resmi menutup tahapan pendaftarannya pada Maret, karena melihat jumlah pelamar yang memludak hingga ribuan, sedangkan kuota penerimanya terbatas.
Menurut dia, berita beasiswa ini memang sangat menarik karena kebutuhan dan menjadi salah satu program unggulan Ali Mazi dan Lukman Abunawas. Sehingga, dirinya tidak menapikan untuk mengawal pemerintahan ini tentu diperlukan pikirkan-pikiran kritis demi berjalanannya sistim pemerintahan yang baik.
“Opini yang berkembang, kritik dari semua pihak sangat kami perlukan agar benar-benar dikelola dengan benar sesuai prosedur dan aturan, tidak KKN. Saya apresiasi teman-teman HMI yang mengawal program ini agar lebih transparan, mari kita kawal bersama,” akuinya.
Adapun kuota penerima beasiswa Sultra Cerdas ini terbagi menjadi empat kelompok, yakni untuk beasiswa profesi dengan kurun waktu studi selama satu tahun sebanyak 40 orang, kemudian S1 juga kuotanya 40 penerima, S2 jumlahnya sama yakni 40 orang dan S3 hanya 11 orang. Kemudian ada juga beasiswa pendidikan S1 afirmasi 3T sebanyak 30 orang serta beasiswa ITS 25 orang. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, kuota penerimanya sebanyak 186 orang.
Sedangkan alokasi anggaran yang disiapkan, untuk jenjang profesi sebanyak Rp600 juta, S1 Rp300 juta, kemudian S2 Rp600 juta dan S3 Rp330 juta. Ditambah lagi beasiswa ITS senilai Rp555 juta dan pendidikan S1 Afirmasi 3T Rp30 juta. Total anggaran dari APBD Pemprov yang disiapkan untuk program pendidikan ini sebesar Rp2,4 miliar.
Pengelolaan program pendidikan ini memang berada di Dinas Dikbud Provinsi Sultra. Akan tetapi, ada juga tim tekhnis yang dibentuk berdasarkan Pergub. Adapun tim tekhnisnya melibatkan Sekda Pemprov, Inspektorat, Kepala Bappeda, Karo Hukum dan Kadis Dikbud.
“Jadi tidak sesederhana seperti yang diberitakan, mana mungkin ada nama-nama penerimanya kalau belum melalui tahapan-tahapan yang sudah ditentukan,” pungkas Asrun Lio.
Sementara itu, berdasarkan hasil penelusuran di laman website resmi Pemprov Sultra di www.sultraprov.go.id, kucuran anggaran yang dialokasikan untuk progran beasiswa Sultra Cerdas ini senilai Rp5.376 miliar melalui dana APBD tahun anggaran 2018.
(Kas/red)









