TenggaraNews.com, KENDARI – Dua siswi Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni WP (16) dan M (15) mengaku ditekan, oleh salah satu security di sekolah tersebut, agar mau mengaku sebagai korban pencabulan Kepala SKO, Aslan.
Kepada awak media, kedua siswi tersebut membeberkan tuduhan security itu. WP bercerita, security ini selalu menebarkan isu yang tidak benar terhadap para siswi SKO.
” Saya dipaksa mengaku menjadi korban pencabulan pak Kepsek oleh Erik (Security), bahkan dia bilangkan saya itu perempuan gampangan, nah pada saat itu juga saya bantah, dan saya beritahu sama dia bahwa itu tidak benar, karena saya tidak pernah dilecehkan oleh Pak Aslan. Jelas saya keberatan dengan tuduhan ini, dan akan bawa kasus ini ke pihak kepolisian, ” ungkap Siswi Kelas XII itu.
Tuduhan serupa juga dilontarkan Erik kepada M, siswi kelas X yang merupakan Atlit Tenis Meja disekolah tersebut.
“Saat itu saya sedang berada di ruangan Kasek, untuk mengambil Bad Tenis Meja, dia bilang saya pernah menangis setelah keluar dari ruangan itu, padahal saat itu saya menangis karena saya dipanggil di ruang tenis akibat menghilangkan kunci. Terus Erik menekan agar saya tidak bohong karena ada CCTV, saya bersumpah itu tidak benar,” bebernya.
Selain itu, menurut kedua siswi ini, Kasek sengaja diisukan melakukan pencabulan oleh pihak tertentu. Sebab, banyak yang iri terhadap perlakuan khusus Aslan yang cenderung mengistimewakan beberapa cabang olahraga (Cabor), sehingga dianggap pilih kasih.
Laporan: Ifal Chandra
Editor: Ikas Cunge








