TenggaraNews.com, KENDARI – Popularitas dan elektabilitas pasangan calon bupati dan wakil bupati Buton Utara (Butur), Abu Hasan dan Suhuzu yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), mencapai 38,40 persen. Masih lebih tinggi bila dibandingkan kompetitornya Ridwan Zakaria dan Ahali yang hanya mencapai 34,55 persen.
Data popularitas dan elektabilitas ini adalah hasil survey yang dilakukan Jaringan Suara Nusantara (JSN) di Buton Utara menjelang Pilkada tanggal 9 Desember 2020 mendatang.
Menurut Direktur JSN, Lery Iskandar Syamsu, mengatakan yang dilakukan pihaknya, untuk mengukur popularitas dan elektabilitas tiga Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Butur (Bacabup dan Cawabup).
Dari data JSN, tercatat elektabilitas pasangan calon (Paslon) Abu Hasan – Suhuzu mencapai 38,40 Persen, tertinggi dibanding Paslon Ridwan Zakaria – Ahali (34,55 Persen), dan Paslon Aswadi Adam – Fahrul Muhammad (16,50 Persen).
“Masih ada 10,55 Persen masyarakat yang belum menentukan pilihan, data elektabilitas ini masih bisa berubah hingga hari H nanti, semua tergantung proses pemenangan dari masing-masing calon, ” kata Lery Iskandar Syamsu, Jumat 14 Agustus 2020.
Lanjut Lery, selain elektabilitas, Bacabup Abu Hasan juga unggul dari segi popularitas. Tercatat popularitas Abu Hasan mencapai 98,75 persen, menyusul Ridwan Zakaria 97,25 persen, Aswadi Adam 83,75 Persen.
Sedangkan untuk popularitas Cawabup tertinggi yakni Fahrul Muhammad 67,50 Persen, menyusul Suhuzu 64,25 Persen, serta Ahali dengan Popularitas 54 Persen.
Selain mengukur Popularitas dan elektabilitas calon, JSN juga mengukur permasalahan pembangunan di Butur dari data publikasi JSN menunjukkan, permasalahan Infrastruktur masih tinggi, mencapai 45,13 Persen.
“Sementara kesehatan gratis 13,11 persen, modal usaha 10,11 persen, air bersih 6,11 persen, pendidikan gratis 2,50 persen, dan beasiswa sebanyak 2 persen,” jelasnya.
Untuk diketahui, survey JSN ini bertajuk “Masalah Sosial Kemasyarakatan Menuju Pilkada Butur” ini, digelar 28 Juli hingga 10 Agustus 2020, dilakukan dengan wawancara langsung, melibatkan 440 responden yang tersebar di 6 Kecamatan di Butur.
Laporan : Rustam









