TenggaraNews.com, KENDARI – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Konsultan Manajemen Pusat (KMP) kota tanpa kumuh (Kotaku) dari Kementerian PUPR mengapresiasi kinerja pengurus Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Bende.
Sub Tenaga Ahli Monev KMP Kotaku, Fernandes menilai pekerjaan yang dilakukan oleh pengurus BKM Kelurahan Bende sudah maksimal.
“Iya saya melihat pekerjaan yang sudah dilakukan teman-teman BKM, ini baru satu lokasi RT. 07 Kelurahan Bende, yah pekerjaannya sudah cukup bagus. Dari hasil pemeriksaan kami, detail gambar cocok dengan fisik yang sudah terlaksana,” ujarnya usai memonitoring dan mengevaluasi salah satu lokasi sasaran program Kotaku di Kelurahan Bende, Rabu 28 November 2018.
Selain itu, kata Fernandes, demi menciptakan sebuah kawasan kumuh, bukan hanya peningkatan dari segi infrastruktur, namun perlu adanya kesadaran masyarakat membuang sampah. Karena tujuan kegiatan ini adalah untuk terlepas dari kota kumuh.
Lebih lanjut, dirla mengharapkan pengurus BKM Bersatu Kelurahan Bende, segera membuat time line. Sebab, waktu penyelesaian pekerjaan pembenahan kawasan kota kumuh ini sudah tertera di proposal. Sehingga kegiatan ini hendaknya tidak melewati waktu yang sudah ada.
“Teman-teman harus mengantisipasi penambahan volume kerja tukang, material maupun yang lainnya untuk mengejar time line yang sudah ada,” ucapnya.
Menanggapi permintaan Tim Monev KMP Kotaku, Ketua Kordinator Pengurus BKM Bersatu Kelurahan Bende, Harjuna Najib mengatakan, bahwa pihaknya akan segera mengevaluasi pekerjaan yang belum tuntas untuk diselesaikan sebelum akhir tahun 2018. Terlebih mereka sudah mendapatkan dana bantuan dari pusat untuk program Kotaku.
“Alhamdulillah dana Rp1 milar lebih sudah terserap di Kelurahan Bende melalui BKM Bersatu. Kemudian, apa yang diminta dari tim Monev KMP Kotaku, saya bersama teman Satker akan segera melakukan rapat evaluasi untuk mencari solusi. Takutnya, nanti jadi temuan jika melewati unsur deadline,” jelasnya.
Untuk itu, Harjuna berharap kedepannya dana program Kotaku ini bisa ditambah lagi. Mengingat Kelurahan Bende masih memiliki kurang lebih 17 hektare kawasan kumuh, sementara skala kawasan di Kelurahan Bende masih sekitar 223 hektare.
“Iya saya berharap kedepan dananya dibesarkan lagi,” tandasnya. (SN/Rus).








