TenggaraNews.com,MUNA- Nurtiba binti La Banara (31) warga Desa Parida, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tak bernyawa di kediamannya dalam keadaan gantung diri.
Almarhumah pertama kali ditemukan oleh anaknya bernama Aiin Syafira pada Jumat 21 Agustus 2020, sekira pukul 05.30 Wita.
Kapolres Muna AKBP. Debby Asri Nugroho melalui Kapolsek Napabalano IPTU LM. Arwan mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya dalam posisi tergantung menggunakan sehelai kain sarung di ruang tengah rumahnya.
Aiin Syafira kemudian memberitahukan bibinya bernama Sunarwiya) yang saat itu sedang mencuci piring.
“Anaknya yang pertama kali temukan saat itu habis bangun tidur kemudian memberitahukan bibinya. Anaknya berkata, bibi mari kita lihat mamaku, bibinya hanya berucap kenapa mamamu, kemudian anaknya menjawab tidak tahu itu, dijawab kembali sama bibinya, sebentar saya lagi cuci piring. Aiin pun kembali berucap bahwa mamaku dia cekik dirinya (gantung diri),” ungkap Arwan.
Mendengar hal itu, lanjut Arwan, kemudian Sunarwiyah bersama Aiin Syafira langsung menuju rumah korban. Setelah berada dalam rumah tepatnya di ruang tengah di samping ruang dapur, ia melihat korban dalam posisi tergantung dimana, salah satu ujung sarung bali terikat pada tiang yang melintang di ruang tengah dan salah satu ujungnya terikat pada leher korban.
“Jadi kaki kanannya berada di atas kursi plastik warna merah dengan posisi terlipat ke belakang sementara kaki kirinya berada di lantai,” ucapnya.
Dari pantauan Jurnalis TenggaraNews.com, saat ini tim inafis Polres Muna melakukan olah TKP, kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Umum Raha untuk di lakukan visum luar terhadap korban ibu dua anak tersebut.
Laporan : Phoyo









