TengggaraNews.Com, WAKATOBI – Aksi mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi berupa premium dan solar di Wangi-wangi, Ibukota Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), secara perlahan-lahan terungkap.
Aktivitas kapal transportir memindahkan BBM ke drum dan jerigen di Wakatobi.
Diduga ada oknum Pertamina, oknum pengusaha BBM, oknum aparat dan oknum transportir yang bermain dalam mafia BBM Subsidi pemerintah ini. Aksi mafia ini dilakukan secara terbuka, tanpa ada tindakan dari aparat keamanan dan pemerintah daerah di Wakatobi.
Berdasarkan penelusuran di Wangi-wangi, pembongkaran BBM di Kelurahan Mandati II Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Tepatnya di Belakang Kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD-Sultra) cabang Kabupaten Wakatobi.
Hasil penelusuran awak media TenggaraNews.Com, yang ditugaskan di daerah Kabupaten Wakatobi, memantau secara langsung aktivitas bongkar muat BBM Subsidi dari tangki Kapal Transportir, kemudian BBM tersebut di pindahkan langsung ke dalam drum dan jerigen yang sudah tersedia di bak mobil Pick up dan motor gerobak Viar.
Kapal transportir yang mengangkut BBM dari Depo Pertamina Bau-bau ke Wangi-wangi,Wakatobi.
Dari pantauan selama kurang lebih satu jam, terlihat aktivitas lalu lalang mobil jenis Pick Up dan motor gerobak Viar yang memuat Drum maupun Jerigen di lokasi pembongkaran sambil mengantri menunggu pengisian dari Tangki Kapal transportir Pengangkut BBM melalui selang ke drum dan Jerigen
Beberapa orang yang diduga Anak Buah Kapal (ABK), membuka penutup tangki Kapal Transportir sambil menarik-narik mesin yang diduga mesin pompa, dan ada selang warna putih kekunigan yang terbentang dari dalam tangki menuju rrum dan jerigen berwarna biru.
Tak hanya itu, salah satu pemilik SPBU yang juga sebagi pemilik Transportir terlihat sedang berada di lokasi kegiatan pembongkaran yang sedang berlangsung itu.
Aktivitas lain juga yang terlihat pada saat pemantauan investigasi, yaitu puluhan jerigen diatas jembatan timbunan yang merupakan tempat sandarnya Kapal Transportir, dan ada juga orang memakai baju warna biru diatas bak mobil pick up sambil memegang selang dari tangki kapal yang dimasukan ke drum.
Selain kegiatan pembongkaran mafianya, pemilik Transportir juga tidak pernah melaporkan realisasi pendistribusi BBM yang diangkut dari Depo Pertamina Bau-bau.
Padahal, menurut dinas terkait setiap tibanya kapal transportir Pengangkut BBM dari depot Bau-bau ke APMS Wakatobi, harus dilaporkan ke dinas terkait, mulai dari jenisnya BBM, banyaknya yang didistribusi, dan kemana akan didistribusi.
Kegiatan mafia ini diduga kuat, merupakan kejahatan yang terstruktur dan masif, pasalnya meskipun kegiatan tersebut ditempat terbuka, namun tetap bebas dilakukan.
Bahkan dinas terkait juga sudah melaporkan, ke perwakilan Pertamina Sulawesi Tenggara, namun tidak membuahkan hasil.
Banyak jerigen pengecer yang dipakai mengisi BBM dari Kapal Transportir Pertamina Bau-bau.
“Beberapa bukti juga seperti penjualan dari jerigen ke pengecer dan harga yang tidak mengikuti aturan juga kami sudah dokumentasikan kepada pengawas BBM Pertamina Kendari, tapi juga tidak ada tanggapan,” imbuh Kadis Perindag Wakatobi Safiuddin, 23 September 2020.
Persoalan ini juga, telah dilaporkan ke pihak Polres Wakatobi namun belum diketahui sudah sejauh mana tindak lanjut lapornya.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Pertamina di Bau-bau, Pertamina di Kendari dan Pertamina wilayah Makassar belum memberikan keterangan soal dugaan mafia BBM subsidi di Wakatobi.
Laporan : Syaiful









