TenggaraNews.com, KENDARI – Jalan yang menghubungkan Kendari dan Kabupaten Kolaka yang sempat retak diterjang air Sungai Konaweeha, kini kondisinya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, sejak pagi hari ini, Kamis (4/7/2019). Hanya saja, kendaraan yang melintas masih sistem satu arah sebab jalur yang dapat dilalui kendaraan tergolong sempit.
Jalan trans Sulawesi ini tidak bisa dilalui sejak hari Selasa (2/7/2019), karena retak hingga kemudian longsor tergerus arus Sungai Konaweeha di
Desa Rawua (bukan Pohara, red), Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe.
Kondisi jalan tersebut makin parah, setelah pipa induk PDAM Kota Kendari mengalami kerusakan di tempat jalan longsor. Air pipa PDAM meluber hingga menambah kerusakan jalan. Beruntung Dina Cipta Marga Provinsi Sultra bersama karyawan PDAM bergerak cepat melakukan perbaikan.
“Sekarang kendaraan sudah bisa lewat di Sampara. Hanya masih sistem antri, karena kondisi jalan masih darurat. Tapi paling tidak, mobil dan motor sudah bisa lewat, ” ungkap Umar, salah seorang warga yang melintas di Sampara.
Meski jalan di Sampara sudah bisa dilalui kendaraan, namun masih banyak pengemudi melalui jalan alternatif menuju Kabupaten Kolaka. Mereka melewati rute Ranomeeto Barat, Landono, Mowila, Angata Kabupaten Konawe Selatan dan masuk wilayah Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe.
Laporan : Rustam









