TenggaraNews.com, KENDARI – Setelah mengantongi rekomendasi dukungan dari tiga partai politik (Parpol), yakni Demokrat, PPP dan PKB, bakal pasangan calon (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Rusda Mahmud dan Sjafei Kahar dijadwalkan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu 10 Januari 2018, pukul 09.00 Wita.
Kepada awak media, Rusda Mahmud mengungkapkan, bahwa semua berkas yang dibutuhkan dalam pendaftaran dirinya bersama Sjafei Kahar sudah disiapkan. Dikatakannya, sebelum menyambangi Kantor KPU Sultra untuk mendaftar, Ia bersama tim dan relawan serta pengurus partai pengusung akan menggelar doa bersama, yang dipusatkan di posko induk pemenangan, di komplek perumahan Citra Land Kendari.
“Kita gelar doa bersama dulu nanti sebelum berangkat ke KPU untuk mendaftar,” ungkap mantan Bupati Kolaka Utara (Kolut) itu, Selasa 9 Januari 2018.

Lebih lanjut, Rusda Mahmud menjelaskan, selain doa bersama, pihaknya juga akan menggelar deklarasi secara sederhana. Sebab, deklarasi itu tak harus mendatangkan artis, tapi dapat dilaksanakan secara biasa-biasa saja, dan dibalut dalam suasana kekeluargaan yang penuh keakraban.
“Deklarasi itu kan hanya peryataan saja kepada masyarakat, bahwa kita sudah siap mengikuti proses Pilkada. Tentunya dengan target kemenangan,” jelas Ketua DPD Projo Sultra tersebut.
Rusda menambahkan, dirinya telah menempuh sebuah perjuangan panjang untuk mendapatkan dukungan Parpol. Dalam perjalanannya tersebut, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sultra ini kerap memanjatkan doa kepada sang Khalik, agar diberikan jalan untuk mendapatkan Parpol guna memenuhi syarat pintu pendaftaran di KPU. Akan tetapi, apabila dirinya tak ditakdirkan untuk memenangkan pertarungan politik tersebut, maka hendaknya jalan untuk mendapatkan dukungan Parpol tersebut lebih baik ditutup.
“Itulah doa yang selalu saya panjatkan saat Sholat. Alhamndulilah, saya diberikan jalan untuk mendapatkan Parpol pendukung, ini berarti sang pencipta pun sudah merestui perjuangan saya bersama seluruh tim dan relawan, Insya Allah kemenangan sudah di depan mata,” tambahnya.
Dalam proses tersebut, Rusda Mahmud menunjukan sebuah gaya politik yang tak biasa. Pasalnya, figur lain kerap mengklaim sudah mendapatkan dukungan dari Parpol tertentu, namun mantan bupati dua periode tersebut justru memilih untuk tak melakukan hal itu, sebelum bukti dukungan benar-benar berada dalam genggamannya.
“Biarkan saja yang lain mengklaim, tapi saya tidak mau melakukan itu kalau memang belum ada bukti nyata. Karena menurut saya, politisi sejati itu bukanlah mereka yang selalu mengumbar banyak kebohongan,” bebernya.
Saat disinggung soal dukungan PPP dan PKB yang bermasaalah karena pihak DPP mengeluarkan rekomendasi ganda, Rusda menegaskan, bahwa dukungan terhadapnya atas dua Parpol tersebut sudah clear, sehingga tak ada lagi hal yang harus dipersoalkan. Bahkan, pihak DPP PPP, PKB dan Demokrat telah memberikan mandat kepada salah seorang pengurus pusat, untuk turut serta mengantarkan dirinya dan Sjafei Kahar dalam prosesi pendafataran tersebut.
Laporan: Ikas Cunge









