TenggaraNews.com,MUNA – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Muna, LM. Rajiun Tumada-H. La Pili mendadak jadi viral di dunia maya, setelah foto Paslon ini diarak dengan menggunakan tandu, diposting di media sosial (Medsos).
RAPI diarak dengan menggunakan tandu saat hadiri kampanye di Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 21 Oktober 2020.
Bentuk dar kecintaan masyarakat Kontunaga mengiring paslon RAPI menggunakan tandu ketitik kampanye yang berjarak kurang lebih 40 meter sehingga bapak pembangunan Muna Barat tersebut di bully di media sosial (medsos) Facebook (fb), bahkan ia disamakan dengan Raja Firaun yang wafat 1203 SM.
Menanggapi hal itu, salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Liabalano, Awaludin angkat bicara.
Menurutnya, hal itu dilakukan karena rasa kecintaan masyarakat kepada bapak LM. Rajiun Tumada bersama-H. La Pili sehingga masyarakat memikul paslon berakronim RAPI tersebut menggunakan tandu sampai ketitik kampanye.
“Itu adalah inisiatif warga, malah Pak Rajiun bersama H. La Pili tidak mengetahui bahwa akan di sambut seperti itu,”ungkapnya, kamis 22 Oktober 2020.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh warga Kontunaga agar tidak digiring ke hal negatif sehingga menciptakan banyak presepsi buruk ditengah masyarakat, apalagi ia disamakan dengan raja.Padahal menurutnya, hal tersebut adalah bentuk kecintaan mereka karena menginginkan Paslon RAPI bisa menjadi bupati berikutnya.
“Jika kubu sebelah mengatakan bahwa Rajiun itu adalah raja, saya pikir mereka salah karena itu merupakan bentuk dari sebuah kepanikan untuk mencari kesalahan dari beliau,”tutupnya.
Laporan : Phoyo









