TenggaraNews.com, BOMBANA – Tambak udang dengan sistem supra intensif skala rumah tangga, untuk pertama kalinya dikembangkan kelompok tambak SP komunity di Kelurahan Puulemo, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurut Ketua Kelompok Tambak “Anca” SP Community, Supriansyah Yusuf, sistem tambak udang ini dikembangkan sejak awal tahun 2019 dan sampai sekarang masih berjalan dengan baik.
“Ini bermula saat berkunjung ke orang tua angkat di Jawa. Saya melihat cara budidaya udang di kolam buatan berbentuk bundaran dengan menggunakan terpal. Lalu saya lihat dan bandingkan lagi sistem budidaya ikan lele dengan menggunakan media terpal atau gentong besar,” kata Anca panggilan akrab Supriansyah Yusuf.

Anca yang juga saat ini aktif sebagai youtuber muda melalui chanel Ancha sp, lalu mencoba membuat kolam budidaya udang vanamai berukuran 8×8 meter. Setelah melihat peluangnya sangat bagus, kini kolamnya sudah berjumlah 18 kolam.
“Menurut info dari teman-teman, bahwa sistem budidaya ini yang terbesar di Kawasan Indonesia Timur. Di Pulau Jawa saja baru 6 kolam,” kata youtuber muda asal Sultra ini.
Anca yang sudah lama menekuni bisnis ekspor udang vanamai, akan mengembangkan sistem budidaya Supra intensif berskala rumah tangga hingga 36 kolam sampai akhir tahun 2020.
Menurutnya, keunggulan sistem supra intensif jauh lebih menguntungkan, efisien dan lebih mudah bila dibandingkan sistem tambak konvensional ala cetak sawah.
Diungkapkan, kelebihan sistem supra intensif, antara lain lebih murah biayanya, mudah sistem pemeliharaan udangnya, siklus air gampang dipantau. Kemudian sistem pembersihan kolam, jauh lebih mudah.
Dari sisi hasil produksi, kata Anca, jauh lebih menguntungkan. Misalnya 1 hektar tambak udang konvensional menghasilkan 700 sampai 800 Kilogram. Sedangkan sistem supra intensif, dengan 18 kolam bisa menghasilkan 24 ton.
Kelebihan lain, sistem supra intensif dapat dikembangkan di lahan-lahan sempit. “Bisa dikembangkan di halaman rumah warga. Tidak perlu lahan luas, yang penting dijaga sirkulasi air lautnya dengan cara pompanisasi, ” tutupnya.
Laporan : Rustam









