TenggaraNews.com. MUNA – Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga bersama Kodim 1416 Muna , menyambagi kediaman almarhumah Wa Tiba di Desa Bolo, Lorong Gea. Wanita paruh baya tersebut merupakan korban yang ditelan ular pyton beberapa saat lalu. Kunjungan pimpinan kedua lembaga hukum itu dalam rangka memberikan bantuan berupa Sembako kepada keluarga korban.
Untuk sampai ke rumah korban yang berjarak kurang lebih 500 meter dari jalan utama, Kapolres dan Dandim Muna beserta rombongan menyusuri jalan yang dikelilingi beberapa pohon rindang, serta liang yang di yakini salah satu sarang dari ular pyton.
Kapores Muna, AKBP Agung Ramos mengungkapkan, penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap anak korban yang kehilangan orang tuanya. Apalagi, korban adalah tulang punggung bagi anak satu-satunya yang bercita-cita sebagai seorang dokter,” ungkapnya.
Usai menyerahkan bantuan, rombongan Polres dan Kodim 1416 Muna beserta beberapa warga menyusuri lahan perkebunan Korean, lokasi dimana korban mengalami kejadian naas tersebut
Pantauan awak TenggaraNews.com, kondisi jalan yang dilalui curam dan dikelilingi bukit, dimana sebagian bukit tersebut terdapat beberapa liang yang di yakini warga tempat bersarangnya ular pyton. Masyarakat sekitar memastikan di daerah tersebut masih banyak bersarang ular pyton.
“Untuk itu, kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati apabila akan ke kebun, setidaknya ada teman jangan jalan sendiri,” imbau Kapolres Muna.
Kunjungan rombongan Kapolres dan Kodim 1416 Muna ini disambut baik anak korban yang masih berumur 14 tahun, Wa Jona. Gadis belia ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polres Muna dan Kodim 1416 beserta masyarakat yang telah membantu.
“Saya ikhlas menerima takdir yang telah di berikan kepada keluarga saya, dan kami dari keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuannya karena ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya.
Disinggung soal firasat yang dirasakan sebelum kematian ibunya, Wa Jona mengaku, bahwa sepuluh hari sebelum kematian orang tuanya itu, dirinya mengalami mimpi buruk tentang ibunya.
“Dalam mimpi saya itu, rang tua saya di tarik-tarik oleh jin di tengah hutan, kemudian mimpi tersebut saya ceritakan di pagi harinya, namun mimpi tersebut di indahkan karena ibu saya kurang percaya dan menganggap itu sebagai bunga tidur. Kini ibu saya telah tiada dan kematiannya pun tragis, ternyata musibah ini mungkin arti dari mimpi tersebut,” ceritanya sembari menunjukan raut wajah keaedihannya ditinggal sang ibu.
Laporan: Phoyo
Editor: Ikas Cunge









