TenggaraNews.com, MUNA – Masyarakat Muna berduka pasca meninggalnya seorang mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Randi (21), warga Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Kamis 26 September 2019.
Kabar meninggalnya mahasiswa semester tujuh justru menuai polemik, setelah akun resmi Polres Muna memposting gambar korban bertuliskan hoax di media sosial (Medsos) Facebook (FB), sontak saja masyarakat yang membacanya membuat geram.
Baru beberapa menit postingan tersebut diunggah, banyak netizen mencapture dan membagikan di WhatsApp (WA) mencoba meminta klarifikasi terkait hal itu, karena dianggap membuat pilu bagi keluarga korban apalagi tersebar video bahwa Randi wafat setelah tertembak di dada bagian kanan.
Setelah postingan tersebut viral, tiba-tiba caption tersebut dihapus dan akun FB resmi Polres Muna menggantinya dengan postingan permintaan maaf, bahwa yang dimaksud hoax ini adalah informasi Randi meninggal dunia karena terkena tembakan. Karena pada saat unjuk rasa, anggota tidak ada sama sekali yang membawa peluru hampa, peluru karet atau pun peluru tajam, mohon untuk tidak terprovokasi.
Sementara itu, Kapolres Muna AKBP. Debby Asri Nugroho belum memberikan klarifikasi mengenai postingan tersebut dan akan menunggu pernyataan resmi dari Kendari.
“Maaf yah kita tunggu resminya dari Kendari,”ucapnya singkat melalui WA.
Laporan: Phoyo
Editor: Ikas









