TenggaraNews.com, JAKARTA – Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Jakarta mengadakan kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) di Jakarta Islamic Centre (JIC), yang akan dilaksanakan dalam 25 angkatan dan dibagi menjadi lima gelombang.
“PWNU Jakarta akan menyelenggaran MKNU yang diikuti oleh pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC) tingkat kecamatan, dan pengurus ranting tingkat kelurahan seluruh DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mencetak kader yang tangguh, militan dan intelek dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus juga menjadi bagian dari struktur organisasi NU,” kata Ulil Abshar, Panitia MKNU Provinsi DKI Jakarta, Jumat 11 Januari 2019.
Ditambahkannya, setiap gelombang terdiri dari lima angkatan, setiap angkatan terdiri dari sepuluh kelurahan dan setiap kelurahan mengirim 10 peserta. Gelombang pertama akan dilaksnakan mulai hari jumat 11-13 Januari 2019. Setiap angkatan masa pendidikannya selama tiga hari. Dimulai hari Jumat, Sabtu dan Minggu.
“Jakarta kan kota metropolis, di mana penduduknya berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Pengamalan keislamannya juga bervariasi. Sebenarnya mereka dari daerah banyak warga NU, tapi sampai di Jakarta mereka tidak terwadahi karena pengurus di tingkat kelurahan masih lemah, makanya kami adakan MKNU sebagai wahana konsolidasi agar mereka ke pangkuan NU lagi,” tambah Ulil.
“Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan politik praktis walaupun pelaksanaannya di tahun politik,” tandas Uil.
Kepala Devisi Infokom Badan Managemen JIC, Saryono Jahidi menjelaskan, para peserta MKNU akan mendapat buku seri yang diterbitkan PBNU, sebagai acuan kurikulum pelatihan.
“Para peserta akan mendapat materi tentang NU, Mukaddimah al Qonunil Asasy, khittah, sikap keagamaan NU, politik NU, relasi NU dan Ideologi, aswaja dan lainnya,” tegas Saryono.
Kepala JIC, Ahmad Juhandi menyambut baik dan mendukung pelaksanaan MKNU yang diselenggarakan di JIC. Pihaknya mempersiapkan akomodasi yang tersedia di JIC dengan sebaik mungkin.
“Agar kegiatan ini bisa berjalan sukses,” ucapnya. (Miftahul Huda)









