TenggaraNews.com, KONAWE – Puluhan alumni SMAN Wawotobi gelar aksi peduli lingkungan di Desa Sama Maju, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Aksi kepedulian tersebut ditunjukan melalui gerakan menanam pohon di Bukit Sama Maju, dan bersih-bersih pantai di Pulau Bokori, Minggu 4 Januari 2018.
Penggagas aksi peduli lingkungan tersebut, Safrullah mengungkapkan, kegiatan ini dirangkaian dengan reuni akbar alumni SMAN Wawotobi, sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kondisi lingkungan saat ini. Dimana, masyarakat masih terkesan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, hal itu nampak dari banyaknya sampah rumah tangga yang bertebaran.

Dengan demikian, kata dia, melalui aski tersebut, pihaknya juga ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat, agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga kebersihan dan penghijauan alam selalu terjaga. Sebab, semua itu akan memberikan hal positif bagi kelangsungan hidup manusia dan semua ekosistem di bumi ini.
“Awalnya, saya hanya membina sejumlah ibu-ibu rumah tangga, dalam mengelola sampah rumah tangga melalui bank sampah. Kemudian, kali ini saya berusaha memperluas cakupan aksi peduli lingkungan ini, dengan mengajak rekan-rekan almuni SMAN Wawotobi terlibat langsung dalam kegiatan sosial ini,” beber penggiat lingkungan itu, saat ditemui di lokasi kegiatan.
Lebih lanjut, Safrullah menjelaskan, saat ini memang masih difokuskan pada kawasan wisata, karena melihat minimnya tingkat kesadaran dari pengunjung, sehingga kondisi objek wisata nampak kotor, karena kebiasan membuang sampah bukan pada tempatnya.
“Sekarang memang kita masih fokus di tempat wisata. Tapi, kedepannya akan diperluas cakupan wilayahnya kesejumlah kawasan yang kondisi lingkungannya tak terurus,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga akan terus melibatkan banyak pihak dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan, Ia juga telah banyak melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap ibu-ibu rumah tangga, terkait pemanfaatan sampah melalui program bank sampah.
Yasin, salah seorang alumni SMAN Wawotobi mengajak seluruh pengunjung objek wisata, agar meminimalisir segala tindakan-tindakan yang tak disadari dapat mendatangkan bencana. Seperti membuang sampah plastik di kawasan wisata.
“Perlu diketahui, sampah plastik ini sulit terurai, membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mengurainya. Untuk itu, saya mengajak semua pengunjung pantai Bokori ini, agar menyadarinya dan bersama-sama menjaga lingkungan,” terang Yasin.
Dia juga mengapresiasi upaya rekan-rekannya yang telah menginisasi aksi tersebut. Bahkan, diantara puluhan alumni yang terlibat, terdapat juga salah satu rekannya yang datang dari jauh (Bandung), demi mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih baik.
“Inilah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Saya sangat mengapresiasi rekan-rekan yang telah menginisiasi kegiatan ini,” tutupnya.
Laporan: Ikas Cunge








