TenggaraNews.com, KONAWE – Warga Desa Mendikonu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tuntut Pemerintahan Desa atas pembangunan pasar tradisional yang sampai saat ini terbengkalai.
Padahal pasar tersebut dibangun sejak tahun 2016, dengan total anggaran yang sudah digunakan sebesar Rp 500 juta.
Menurut Jumadil, warga Desa Mendikonu, tuntutan warga terungkap dalam rapat dengar pendapat antara kepala desa yang baru dengan kepala desa lama di Balai Desa Mendikonu, Minggu 5 September 2021.
Jumadil mengatakan, warga Desa Mendikonu mempertanyakan kepada Emil Kepala Desa (Kades) Mendikonu, atas terbengkalainya bangunan pasar tradisional yang menyerap anggaran Dana Desa tahun anggaran 2016 sebesar Rp 500 juta.
Menanggapi pertanyaan warga, Emil Kades Mendikonu menjelaskan, bahwa pihaknya hanya menerima dana lanjutan pembangunan pasar tradisional sebesar Rp 150 juta pada tahun anggaran 2018 lalu.
Dimana pada saat itu, Emil mengaku baru saja dilantik menjadi kepala desa definitip hasil pemilihan.
Pembangunan pasar Desa Mendikonu dimulai zaman Rasak, Kades Mendikonu yang lama. Pada saat itu, anggaran yang diserap sudah mencapai Rp 350 juta.
Emil juga mengungkapkan, tidak berfungsinya pasar tersebut akibat penyegelan bangunan yang dilakukan oleh kepala desa lama, karena lokasi pembangunan pasar belum dibebaskan.
Atas pernyataan kepala desa tersebut, sejumlah warga merasa kesal dan karena bangunan pasar dibiarkan terbengkalai, tanpa ada upaya untuk menyelesaikan sengketa lahan milik mantan kepala yang belum dibebaska.
Seperti yang dikatakan Sutrisno, warga Desa Mendikonu. Dirinya bersama masyarakat sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi.
Sutrisno bersama masyarakat lainnya, berharap agar persoalan penyegelan bangunan dapat diselesaikan dengan baik, mengingat dana anggaran yang digunakan sangat besar,
Kabarnya, sejumlah masyarakat telah melaporkan hal ini ke Pemerintah Kecamatan Morosi, bahkan sampai pada Pemerintah Kabupaten Konawe.
Namun hasilnya tetap sama, tidak ada solusi atas penyegelan bangunan pasar desa yang sudah berlangsung sejak tahun 2019 sampai saat ini.
Laporan : Andi Fale









