TenggaraNews.com, MUNA – Bentrok antar dua kelompok di Kabupaten Muna mendapatkan perhatian serius dari masyarakat sekitar. Pasalnya, kejadian yang sering berulang tersebut membuat para pengendara mengurungkan niat untuk melintas di kawasan Jalan Kelapa, yang menghubungkan Jalan Rambutan dan Lorong Peka (Lorpek).
Awank, salah satu tokoh masyarakat menginginkan agar pihak kepolisian dapat bersinergi dengan pihak pemerintah daerah (Pemda) Muna, lebih intens melakukan patroli di sekitar daerah rawan konflik, apalagi jika menjelang malam minggu.
Pada malam Minggu, kata dia, banyak pemuda selalu kumpul di beberapa titik sampai menjelang subuh.
“Kami harapkan bisa tercipta Kamtibmas di semua lorong, termasuk Lorpek dan Rambutan. Ini sangat meresahkan bagi masyarakat. Kami inginkan Muna ini kondusif sampai Pilkada berakhir. Kalau perlu diantara kedua lorong tersebut dibuat pos polisi, itu mungkin lebih baik,” ucapnya, Senin 25 November 2019.
Dia juga berharap, agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan mengundang para tokoh agama dan tokoh pemuda antara kedua lorong itu, untuk didudukan bersama-sama dengan kepala dingin, mencari solusi terbaik agar persoalan tersebut tidak mengakar ke generasi berikutnya.
“Jadi jangan cuma pihak kepolisian saja yang bekerja, namun hal tersebut harus ada campur tangan dari pemerintah daerah untuk mendinginkan suasana ke dua lorong. Karena jika hal ini terus dibiarkan, maka akan merusak generasi penerus bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Muna, AKBP. Debby Asri Nugroho mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama mendukung Kamtibmas, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Kalau tidak mau mengikuti ajakan Kamtibmas, yang rugi masyarakat sendiri. Buktinya, sudah dilakukan patroli tiap malamnya namun masih tidak ada jeranya bagi mereka yang suka mencari musuh,” katanya melalui pesan WhatsApp
Laporan : Phoyo









