TenggaraNews.com, WAKATOBI – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia hingga sampai ke Indonesia tentu membawa dampak sangat besar bagi aktivitas manusia, terutama pada sumber ekonomi rakyat.
Dapat disaksikan secara langsung khususnya di wilayah Republik Indonesia, penyebaran Covid-19 telah dirasakan oleh masyarakat dari hulu ke hilir, terutama pada masyarakat kelas ekonomi ke bawah yang tidak mempunyai penghasilan tetap.
Untuk itu, pemerintah Kabupaten Wakatobi telah melakukan upaya dengan membuat imbauan kepada seluruh masyarakat, demi pencegahan dan penyebaran Covid-19.
Pemerintah pusat menurunkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Dinas Sosial di setiap kabupaten/kota.
Oleh sebab itu, pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Sosial telah melakukan validasi data untuk kepentingan sasaran bantuan yang dimaksudkan di era pandemi Covid-19 ini.
Data yang diperoleh dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wakatobi, Jamrudin, sudah sebanyak 8.173 Kepala Keluarga (KK) yang tersentuh oleh BST Kemensos setelah dilakukan validasi kembali dari alokasi 8.176 KK.
“Data yang diturunkan dari kementrian itu sebanyak 8.176 KK, namun berdasarkan validasi kembali oleh kementrian juga maka dari 8.176 itu tinggal 8.173,” ujar Jamrudin, Senin 29 Juli 2020.
Ditengah tahapan penyaluran BST dari pemerintah pusat, ada juga Bantuan Tunai Lanjut Usia (Lansia) yang disalurkan melalui PT Pos & Giro dari Kemensos sebanyak 3235 jiwa.
Tak hanya itu, Kepala Dinas Sosial juga memaparkan, beberapa bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat diantaranya bantuan dari pemerintah provinsi dan bantuan dari pemerintah daerah.
Bantuan dari lemerintah provinsi melalui Dinas Sosial berupa paket pangan sebanyak 3.354 KK, dan BST sebanyak 2.000 KPM sementara Keluarga yang terdampak Covid-19 yang belum tersentuh bantuan tersebut, akan diakomodir melalui bantuan paket Sembako dari Pemda Wakatobi sekitar 6.000 lebih KK.
Oleh sebab itu, Jamrudin berharap, masyarakat dapat terbantukan dengan adanya program bantuan di era pandemi Covid-19 ini, baik itu pemerintah pusat, provinsi maupun dari Pemda Wakatobi.
Laporan : Syaiful









