TNC, KENDARI – Pengamat politik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Eka Suaib menilai pentingnya dilakukan perkawinan politik, antara figur daratan dan kepulauan ataupun sebaliknya dalam Pilgub 2018 mendatang.
Menurut dia, tradisi politik ini sudah lama terjadi di bumi anoa. Letak geografis Sultra yang terdiri dari daratan dan kepulauan, merupakan pertimbangan penting sehingga terjadi perkawinan politik teraebut. Tentunya, kata dia, pembagian basis itu diharapkan bisa meraup pundi-pundi suara kemenangan dalam kontestasi politik.
“Jadi ada hitung-hitungan politik, soal pembagian basis suara tersebut, melalui keterwakilan figur dari daratan dan kepulauan,” ujar mantan Komisioner KPUD Provinsi Sultra itu.
Eka Suaib menambahkan, terima atau tidak sudah sepeeti inilah kondisi perpolitikan di Sultra, yang masih memperhitungkan geopolitik. Dan hal ini pun terbukti sepanjang sejarah Pilkada langsung di bumi anoa, bagaimana perkawinan figur daratan dan kepulauan mampu memenangkan pertarungan politik tersebut.
“Figur daratan akan mencari pendamping dari kepulauan, begitu pula sebaliknya,” katanya.
Kendati demikian, lanjutnya, peta perpolitikan pun bisa saja berubah. Hanya saja, masih sulit untuk merubah kebiasaan atau tradisi politik tersebut.
Laporan: Ichas Cunge








