TenggaraNews.com, KONAWE KEPULAUAN – Meski belum melakukan eksplorasi, namun PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) telah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat lingkar tambang melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR), salah satunya melalui program “Desa Terang”.
“Desa Terang” yang digagas PT. GKP ini dinilai sangat membantu masyarakat lingkar tambang, untuk mendapatkan penerangan maksimal. Hal itu diungkapkan sejumlah masyarakat di tujuh desa, yang kini menikmati fasilitas penerangan tersebut.
Untuk membantu kebutuhan penerangan masyarakat, PT. GKP menyediakan dua mesin genset, masing-masing berkekuatan 300 KVA yang menerangi lima desa di Roko-roko Raya, meliputi yakni Desa Sukarela Jaya, Desa Teporoko, Dompo-Dompo Jaya, Roko-Roko dan Desa Bahaba. Kemudian 100 KVA menerangi dua desa lainnya, yakni Desa Nambo Jaya dan Sainoah Indah.

Tak hanya itu saja, PT. GKP juga mensubsidi kebutuhan bahan bakar kedua genset tersebut dan instalasi kelistrikan warga. Sedangkan tiang listriknya merupakan swadaya dari masyarakat sendiri.
Khusus untuk genset berkapasitas 100 KVA, perusahaan tambang tersebut menyediakan 70 liter solar industri setiap harinya, dengan waktu operasional selama 12 jam. Jika diakumulasikan, PT. GKP menyiapkan 2100 liter dalam sebulannya.
Sedangkan kebutuhan bahan bakar untuk genset berkapasitas 300 KVA, PT. GKP menyediakan 200 liter setiap harinya (12 jam), total kebutuhannya dalam sebulan sebanyak 6 ton.
Sehingga, khusus untuk kebutuhan bahan bakar dari dua genset tersebut, PT. GKP mengalokasikan anggaran sebanyak Rp100 juta.
Irfan, salah satu warga Desa Nambo Jaya yang juga merupakan operator genset berkapasitas 100 KVA mengatakan, bahwa program “Desa Terang” PT. GKP ini menjawab kebutuhan warga, yang selama ini masih sangat kurang puas dengan operasional listrik desa.
Sebab, warga setempat hanya bisa menikmati penerangan pada malam hari selama empat sampai lima jam, yakni mulai pukul 18.00 Wita sampai 22.00 Wita. Itupun, masyarakat juga harus patungan sesuai dengan pemakaian untuk membiayai kebutuhan BBM dan perawatan mesin.

Tapi, kata dia, dengan hadirnya program “Desa Terang” ini, dirinya bersama warga lainnya sudah bisa menikmati penerangan hingga 12 jam lamanya pada malam hari, tanpa bebanan biaya tambahan lagi.
“Alhamdulilah, bantuan PT. GKP ini sangat meringankan dan membantu kami pak. Dulu itu, sebelum perusahaan ini masuk, kami hanya menikmati penerangan selama empat sampai lima jam. Sekarang, kami bisa puas menggunakan penerangan pada malam hingga pagi hari, tanpa merasa takut akan kegelapan lagi,” beber Irfan kepada jurnalis TenggaraNews.com, saat ditemui belum lama ini di lokasi penempatan genset.
Samiun (53), tokoh masyarakat Desa Nambo Jaya mengungkapkan, sebelum PT. GKP memberikan bantuan penerangan tersebut, warga desa setempat menikmati penerangan dari listrik desa, yang merupakan bantuan dari mantan pelaksana tugas (Plt) Bupati Konkep, Nur Sinapoy.
“Saat pak Nur Sinapoy maju di Pilkada Konkep waktu itu, beliau memberikan kami bantuan berupa mesin genset. Itupun hanya menyala dari pukul 16.00 sampai 22.00 Wita. Sekarang, berkat bantuan PT. GKP, penerangan kami sudah menyala dari pukul 16.00 sampai 06.00 Wita,” jelas Samiun.
Selain itu, lanjutnya, pada masa listrik desa bantuan mantan Plt. Bupati Konkep digunakan, warga hanya bisa menggunakan lampu dan menonton TV, sedangkan beban listrik alat elektronik lainnya tak mampu.

“Kalau sekarang, Alhamdulilah kami sudah bisa menonton program TV favorit. Apalagi, kalau Fildan yang sedang menyanyi. Begitu pula kulkas dan alat elektronik lainnya juga sudah bisa kami beli, karena bisa digunakan dengan adanya genset bantuan dari PT. GKP,” kata Samiun.
Dirinya berharap, seiring dengan kehadiran PT. GKP dengan dinamika yang ada di masyarakat, kapasitas mesinnya bisa ditambah lagi sehingga operasionalnya meningkat menjadi 24 jam.
“Yah, jika listrik PLN belum juga mengaliri desa kami ini, kami berharap PT. GKP bisa meningkatkan kapasitas mesinnya, sehingga bisa menyala siang malam. Saya rasa, perusahaan ini sudah banyak memberikan manfaat kepada warga, maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolak kehadirannya, harus kita dukung terus eksistensi perusahaan ini,” ujarnya.
Di tempat lain, Sekretaris Desa (Sekdes) Suka Rela Jaya, Samaga mengapresiasi kepedulian PT. GKP terhadap masyarakat lingkar tambang.

Menurut dia, “Desa Terang” yang merupakan bagian dari program CSR atau tanggung jawab sosial sangat tepat, karena menjawab kebutuhan masyarakat.
“Bantuan Desa Terang ini sudah dua bulan berjalan, kebutuhan listrik masyarakat jelas sudah terpenuhi. Saat ini, 80 persen masyarakat Desa Suka Rela Jaya tercatat sudah menyambung, sedangkan 20 persen lainnya belum karena masih teraliri listrik desa. Sebab, masyarakat sudah terlanjur membayar uang muka terhadap listrik desa tersebut,” terang Samaga
Dia juga menambahkan, bahwa sudah tak bisa dinafikan lagi, jika kehadiran PT. GKP telah meningkatkan perekonomian warga setempat.
Dijelaskannya, dengan terbukanya perusahaan ini, 80 persen angka pengangguran sudah teratasi, karena perusahaan membuka ruang seluas-luasnya untuk pemberdayaan tenaga kerja lokal.
“Alhamdulilah, banyak warga di desa kami ini dipekerjakan oleh pihak perusahaan. Selain itu, hadirnya PT. GKP juga memberikan dampak baik terhadap perekonomian masyarakat. Itu bisa dilihat dengan banyaknya warga yang membuka warung, penginapan dan ada juga warung bakso,” jelasnya.
Selain program Desa Terang, berbagai kegiatan tanggung jawab sosial juga terus dilakukan pihak perusahaan. Diantaranya pelatihan komputer, pengobatan gratis dan pembanguan dua tower BTS.
Laporan: Ikas









