TenggaraNews.com, BOMBANA – Pemerintah Kabupaten Bombana, melalui Penjabat (Pj) Bupati Bombana Ir H Burhanuddin M.Si, menaikkan gaji petugas kebersihan dan pertamanan .
Ini dilakukan untuk membantu mendorong meraih penghargaan Adipura Kabupaten Bombana.
Kenaikan gaji petugas kebersihan dan pertamanan diberikan akan dihitung berdasarkan standar biaya umum (SBU) Kabupaten Bombana.
Kenaikan gaji itu disampaikan Burhanuddin, saat bersilaturahmi dengan sekitar 80-an petugas kebersihan kota dan pertamanan di pendopo rumah jabatan bupati Bombana pada Selasa, 11 November 2023 malam.
Para petugas kebersihan dan pertamanan ini bersilaturahmi didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, Makmur Darwis.
Selain menaikkan gaji, Pj Bupati Bombana juga menganggarkan pengadaan alat pelindung diri (APD) kepada seratusan lebih petugas kebersihan dan pertamanan kota.
“Segera disediakan pakaian APD kepada saudara-saudara sekalian. Ini penting untuk keselamatan atau terlindung dari hujan dan panas,” kata Burhanuddin, sebagaimana dilansir dari laman tilik.id pada Rabu, 9 November 2023.
Tak hanya itu, untuk pertamanan, anggaran operasional sudah dinaikkan menjadi 90 juta melalui APBD-P.
Kebijakan Pj Bupati ini disambut gembira para petugas kebersihan dan pertaman yang hadir.
Menurut Makmur Darwis, ada 80-an petugas kebersihan kota yang beroperasi setiap hari di Kasipute.
Jumlah ini terdiri dari 28 penyapu jalan, 28 pengangkut sampah melalui bentor ke tempat pembuangan sementara (TPS), dan 25 petugas untuk 5 truk dari TPS ke TPA atau tempat pembuangan akhir.
“Ditambah petugas pertamanan, jumlahnya mencapai seratus lebih orang,” ungkap Darwis Makmur.
Jumlah ini, kata dia, belum memadai dibanding kabupaten yang sudah meraih Adipura. Namun meski serba terbatas, semangat dan tanggung jawab petugas ini sangat tinggi.
“Mereka selalu berusaha menjalankan tugas dengan baik, dan ihlas bekerja,” ujar Makmur Darwis.
Dia juga mengaku tak sedikit kendala yang dihadapi petugas kebersihan. Salah satunya kecepatan dan ketepatan waktu angkut oleh truk sampah. Truk-truk itu kadang telat datang karena harus antri pengisian BBM di SPBU.
“Ini juga kendala, kecepatan dan ketepatan pengangkutan oleh truk sampah disebabkan faktor luar. Yaitu saat pengisian bahan bakar di SPBU. Antrinya lama, Pak,” katanya.
Makmur cukup bangga dengan fasilitas pemeliharan dan perawatan kendaraan angkut. Bahwa kerusakan-kerusakan kendaraan tidak lagi harus ke bengkel yang memerlukan biaya. Sudah bisa diantisipasi di workshop.
“Kita ada workshop yang sudah bisa mengatasi kerusakan. Bahkan kemampuan tenaga-tenaga di workshop bisa menaik-turunkan mesin,” jelasnya.
Laporan : Rustam