TenggaraNews.com, KOLAKA – Meski telah menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 silam, dengan angka yang fantastis sebesar Rp 3 miliar.
Namun proyek terminal type C yang terletak di Kelurahan Mangolo, Kecamatan Latambaga, Kabupten Kolaka ini belum juga bisa di fungsikan.
Akibatnya, proyek bersumber dari dana APBD ini, terlihat terbengkalai alias mangkrak dan diselimuti tumbuhan semak belukar.
Dalam penelusuran Tenggaranews.com, fisik proyek bangunan terminal terlihat hanya ditumbuhi semak belukar,
dan fisik pagar beton terminal terlihat baru selesai beberapa meter saja, serta area parkir terlihat belum memiliki paving block, selain tumpukan material.
Kepala Dinas Perhubungan Kolaka, Wardi mengakui jika dirinya tidak mengetahui banyak soal proyek terminal, yang telah menghabiskan APBD milaran rupiah tersebut.
“Maaf, soal berapa anggaranya dan bagaimana proyek ini, saya tidak terlalu tahu. Sebab, proyek terminal ini di bangun pada tahun 2016 lalu, dan saya menjabat sebagai Kadishub Kolaka di tahun 2017, jadi baiknya tanyakan pada Kepala Bidang Prasarana Dishub Kolaka. Namun, kalau soal kapan di fungsikan,
hal itu tergantung akses jalannya saja, jika hari ini ada akses jalan maka hari ini juga kami akan fungsikan,” terang Kadishub Kolaka yang ditemui di ruang kerjanya, senin 3 September 2018.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana Dishub Kolaka, Rahmat mengakui jika terminal Mangolo tersebut hingga saat ini, belum bisa di fungsikan, akibat akses transportasi belum ada.
Ia menuturkan, jika proyek ini masih terus menelan APBD terkait soal pembangunan pagar beton dan paving block area parkir. Ironisnya, berapa anggaran tambahan di tahun 2017 dan 2018 terkait proyek Termninal Mangolo ini, Rahmat mengakui jika dirinya tidak tahu menahu.
“Silahkan tanya sama Kasubag, saya tidak tahu menahu soal berapa anggaran tambahan pengerjaan di proyek ini,
untuk tahun 2017 dan 2018, hanya seingat saya proyek ini bersumber dari APBD tahun 2016 lalu sebesar kurang lebih Rp 3 miliar,” ungkap Rahmat melalui selulernya.
Ironisnya, Kepala subbagian (Kasubbag) Perencanaan Dinas Perhubungan Kolaka, Simon mengatakan, justru dirinya tidak tahu menahu soal berapa besaran angaran proyek pembangunan terminal yang dinilai mangkrak tersebut.
“Saya tidak tahu, berapa anggarannya proyek itu, silahkan tanya sama Pak Kadis,” ungkapnya kepada Tenggaranews.com, Selasa 4 September 2018.
Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kontak Indonesia, Edo Ermanto menilai bahwa Pemda Kolaka tidak tuntas dalam melakukan perencanaan proyek pembangunan terminal tersebut, sehingga mengakibatkan terjadinya mangkrak pada proyek tersebut.
“Kami menilai dibalik proyek tersebut, ada sesuatu yang tidak transparan dan ada apa selaku pengguna anggaran
tidak tahu soal berapa anggaran yang di gunakan, malah saling menuding. Inikan aneh, untuk itu kami juga minta agar para penegak hukum untuk ikut andil menulususri proyek yang telah menelan APBD miliaran rupiah ini, bahkan kami lihat ada beberapa proyek lainnya di Kolaka ini yang sudah tahunan selesai pembangunannya, namun belum juga di fungsikan,” ungkap Edo Ermanto.
Laporan: Bung Okyl








