TenggaraNews.com, KENDARI – Ketua Jenggala Centre Sultra, Oheo Sinapoy menyuruh pihak-pihak yang mempertanyakan kehadiran Presiden Joko Widodo di Sultra, dalam kapasitasnya sebagai kepala negara tapi melakukan aktivitas kampanye agar kembali membaca buku tentang ilmu administrasi.
Menurut dia, meski kehadiran Jokowi di Sultra dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI, yang tentu ada beberapa aktivitas kenegaraan yang harus dijalaninya. Namun, bukan berarti Jokowi tidak bisa melakukan kegiatan lainnya.
“Menurut saya tidak ada yang salah kok. Jangan lupa, Kalau Pak Jokowi ini juga memiliki fungsi beragam seperti kita. Selain beliau kepala negara, Ia juga merupakan kepala keluarga, seorang ayah dan kakek. Juga tercatat sebagai peserta Pemilu, jadi tidak salah jika beliau menghadiri kegiatan lainnya, selagi tugas kenegaraannya sudah dilaksanakan,” beber Caleg DPR RI Dapil Sultra ini, Minggu malam 3 Maret 2019.
Lebih lanjut, Oheo juga menegaskan, jika memang ada pihak-pihak yang menilai aktivitas Jokowi selama kunjungan di Sultra merupakan pelanggaran, Ia mempersilahkan untuk melaporkan dugaan tersebut ke pihak pengawas Pemilu, agar ditelusuri kebenarannya.
“Yah, silahkan saja dibuktikan. Laporkan aja ke Bawaslu, supaya diproses,” tegasnya.
Menurut dia, pihak-pihak yang terus berceloteh tentang dugaan pelanggaran tersebut, hanyalah orang yang memang sengaja mencari kesalahan.
Untuk itu, dia mengimbau, agar dalam bertempur atau bertarung jangan hanya mencari kesalahan minor semata, tapi bertempur dan berargumentasi harus dengan cara yang berkualitas yakni melalui gagasan dan visi misi.
“Mereka yang hanya mencari kesalahan-kesalahan-kesalahan orang lain, kemungkinan besar mereka ini hanya orang abal-abal saja,” kata Caleg nomor urut 2 ini.
Dikatakannya, Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) di Sultra sudah mengatur semua kegiatan Jokowi dengan baik, tidak mungkin memaksakan mengagendakan kegiatan yang melanggar. Semua sudah diantisipasi, agar tidak ada kesalahan.
“Jadi, kalau ada orang yang berkoar-koar soal kesalahan, berarti dia memang hanya mencari-cari kesalahan saja,” pungkasnya.
(Rus/red)









