TNC, KENDARI – Bupati Muna, Rusman Emba kembali menanggapi soal perdebatan aset, antara kabupaten induk yang dipimpinnya itu dan Muna Barat sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB).
Menurut dia, persoalan tersebut harusnya sudah diselesaikan dan tidak berkepanjangan, karena polemik ini berlarut-larut hingga tiga tahun lamanya. Sebab, tidak bijak rasanya bila saling memperdebatkan hal itu.
“Karena masing-masing sudah memiliki aturan. Sebagai kabupaten induk, kami tentu mengayomi, memberikan bimbingan dan arahan kepada kabupaten Daerah Otonomi Baru (DOB) tersebut,” ujar Ketua FKPPI Sultra itu.
Tentunya, kata dia, kabupaten DOB juga harus bisa memahami, bahwa pihaknya selaku kabupaten induk juga memiliki fikiran-fikiran dan rencana, sehingga harusnya saling menyesuaikan, jangan masing-masing membawa egonya.
“Tentu kami merasa memiliki aset-aset tersebut dan memiliki otoritas pula. Kalau mereka sudah berfikiran lain, maka kami pun juga bisa melakukan hal yang sama,” kata mantan anggota DPD RI itu.
Menurut dia, semangatnya hanya satu dan sama, yakni soal pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Pada dasarnya, antara Muna induk dan Muna Barat hanya terpisah secara administratif, sehingga tidak perlu ada gontok-gontokan, melainkan harus saling memberikan penguatan.
“Aset itu tak ada masaalah bagi kami. Saat ini bukan saatnya harus mempertaruhkan nyawa hanya karena persoalan tersebut, melainkan kita berbicara soal kesejahteraan masyarakat, dan bagaimana dua daerah ini bisa tumbuh serta berkembang bersama,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Muna dan Muna Barat saling mengklaim terkait status kepemilikan aset Bandara Sugimanuru.
Laporan: Ichas Cunge









