TenggaraNews.com, MUNA – SPBU Jalan By Pass, Kota Raha, Kabupaten Muna nyaris di lalap si jago merah. Sumber api berasal dari salah satu mobil angkot bermuatan puluhan jerigen Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut diungkapkan Petugas Nosel SPBU yang saat itu bertugas, Laode Syarir Sidik.
Dijelaskannya, mobil angkot yang bermuatan puluhan jerigen BBM tersebut tiba-tiba saja terbakar, saat melakukan pengisian BBM jenis premium.
Syahrir menambahkan, kejadiannya itu terjadi sekitar pukul 12.00 Wita, dirinya berpapasan dengan mobil angkot tersebut yang hendak melakukan pengisian BBM.
“Saya tidak tahu kejadiannya, karena saya di dalam sementara sholat. Saya juga tadi bilang sama supir kalau saya mau sholat dulu, sebentar baru kembali buka layanan,” singkat Syarir, Minggu 19 November 2017.
Anak supir angkot, Ri (9) saat ditemui TenggaraNews.com mengungkapkan, setibanya di SPBU ayahnya yang bernama Laode Arman turun dari mobil, kemudian mengaktifkan nosel dan mengisi sendiri jerigen yang ada dalam mobil, sementara kakaknya yakni Laode Arlan duduk dikemudi supir. Berselang menit kemudian saat bapaknya mengisi jerigen yang disimpan bagian depan, tiba-tiba saja muncul api yang menyebabkan kakaknya menjadi korban luka bakar.
“Saya tidak tahu asal api, yang saya lihat dari depan kemudi, karena saya turun berada di antara mobil dan SPBU. Bapakku yang isi jerigen di dalam mobil, pas isi dibagian depan langsung muncul api,” kata Ri.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Katobu, Aiptu Nexson Ode Byo yang ditemui di RSUD Muna mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait terjadinya sumber api yang menyebabkan SPBU By Pass nyaris terbakar. Sebab supir angkot tersebut melarikan diri dan masih dilakukan pengejaran.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi, kondisi mobil yang tidak normal diduga pemicu sumber api yang muncul dari bagian depan mobil. Dimana berdekatan dengan mesin yang kondisinya saat itu masih panas serta kabel-kabel telanjang.
Sementara kronologis kejadiannya, saat Laode Arman bersama kedua anaknya yakni Arlan dan Ri datang ke SPBU menggunakan mobil angkot, yang berisi puluhan jerigen kosong BBM dengan maksud melakukan pengisian BBM jenis premium. Kemudian, setibanya mobil langsung diparkir di mesin nosel dua.
Namun pada saat itu belum dilakukan pelayanan oleh petugas nosel. Sebab masuk jam istirahat dan petugas saat itu hendak melakukan sholat dzuhur. Diduga nosel yang masih aktif dan tidak terkunci, membuat Laode Arman punya inisiatif melakukan pengisian BBM tanpa izin dari petugas.
“Diisi sendiri beberapa jerigen bagian belakang, setelah itu melakukan pengisian bagian depan, disitulah muncul api dan mengakibatkan anaknya Laode Arlan mengalami luka bakar sekitar 10 persen. Namun apa yang memicu api kami belum ketahui dan masih melakukan pendalaman,” terang Nexon.
Untuk diketahui, korban yang mengalami luka bakar dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan perawatan intensif.
Laporan: Muhamad Syukur
Editor: Ikas Cunge









