TenggaraNews.com – KENDARI – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggra (Sultra), Teguh Setyabudi meminta seluruh kepala daerah (Kada) se-Sultra agar dapat mengelola lingkungan hidup dengan baik di daerah.
”Saya harap Pemprov dan Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk berkomitmen menangani masalah lingkungan hidup, karena masalah ini sangat masif terjadi di Sultra. Olehnya itu, Pemda harus terlibat dalam masalah ini, kalau tidak, ini akan menjadi masalah besar,” ujar Teguh, saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Lingkungan Hidup Provinsi Sultra, di Hotel Same Kendari, Kamis 19 April 2018.
Ia mengatakan, setiap konteks pembangunan itu harus berwawasan lingkungan. Untuk itu, setiap sektor harus terintegrasi dengan sektor-sektor yang lainnya.
”Karena masalah lingkungan hidup bukan hanya tugas dari Badan Lingkungan Hidup, tapi tugas kita semua,” kata Teguh.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, khusus di Sultra masalah lingkungan hidup sudah menjadi masif, terutama di daerah-daerah lokasi tambang, mereka sudah menggunakan merkuri dan itu sangat membahayakan dan ini hendaknya menjadi perhatian bagi semua pihak.
”Karena isu masalah lingkungan hidup ini tidak mengenal strata sosial, banyak ekspor-ekspor kita keluar negeri itu ditolak hanya karena terjadinya kerusakan lingkungan. Untuk itu, saya berharap pengelolaan lingkungan hidup ini harus dijaga dengan baik,” jelasnya.
Teguh menambahkan, terkait kerusakan lingkungan yang ada di Sultra, dipengaruhi oleh pengelolaan Sumber Daya Alam (SDM) yang belum memperhitungkan daya dukung dan daya tampung, serta instrumen ekonomi lingkungan hidup.
Selain itu, pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum lingkungan yang belum optimal, sehingga kecenderungan terjadi kerusakan lingkungan yang dapat berdampak secara global.
”Olehnya itu, saya berharap kepada pihak terkait untuk mengkoordinasikan dan mensinkronisasikan berbagai kebijakan, program dan kegitan pengelolaan lingkungan hidup di daerah tersebut,” ungkapnya.
Laporan: Muhamad Isran








