TenggaraNews.com, KENDARI – Trend penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar di Kota Kendaro cenderung meningkat. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Hj. Murniaty.
Disebutkannya, untuk periode tahun 2018 hingga Juni 2019, pihaknya menemukan 170 kasus pelajar yang menyalahgunakan bahan adiktif. Hal ini mengancam masa depan para generasi bangsa.
“Kalau dilihat dari kasusnya, saat ini trend penyalahgunaan bahan adiktif di kalangan pelajar terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujar Hj. Murniaty, belum lama ini.
Lebih lanjut, wanita berhijab ini menyebutkan, salah satu penyebab maraknya penyalahgunaan di kalangan pelajar yakni tak adanya regulasi, terkait penanganan penyalahgunaan barang haram tersebut.
Olehnya itu, kata dia, pemerintah kota (Pemkot) Kendari harus menggodok dan melahirkan sebuah regulasi, sehingga semua pihak bisa berperan serta dalam upaya penanganannya.
“Ini juga dibutuhkan peran dari sekolah untuk mensosialisasikan di sekolah,” jelasnya.
Berdasarkan hasil survey BNN pada tahun 2018 lalu, di kalangan mahasiswa/pelajar yang terpapar narkotika di kisaran 35 persen atau 2.3 juta orang, sedangkan para pekerja menempati urutan kedua di kisaran 21.1 persen atau sekitar 1.5 juta orang.
Dengan persentase ini, menandakan betapa dahsyatnya gempuran narkotika yang begitu massif, menyasar generasi kita. Diperlukan benteng yang kokoh dalam keluarga, dengan menghadirkan suasana keluarga yang harmonis, dengan memberikan edukasi dan bimbingan spiritual.
Laporan: Ikas









