TenggaraNews.com, MUNA BARAT – Desa Wandoke yang berada di wilayah Kecamatan Tikep, Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tak banyak yang tahu. Tapi jangan sangka, desa mempunyai pemuda kreatif yang bisa menjadkan limbah menjadi benda berharga nilainya.
Di desa ini lahir wirausaha muda yang sangat kreatif. Namanya LM Irman Asmani, owner Brand N&N Craft. Bersama beberapa karyawan, Irman mengolah limbah pipa paralon menjadi lampu hias yang artistik.
Pemuda wirausaha yang biasa disapa Irman ini sebelumnya pernah bekerja sebagai Pendamping Usaha Ekonomi Produktif Kementerian Sosial RI, dan kini merintis usaha mikro daur ulang limbah paralon dengan mengangkat tema ” selamatkan lingkungan dari limbah plastik .”
Irman menjelaskan, awalnya ia melakukan percobaan dengan membuat lampu hias dari bambu dan itu berhasil dari hasil percobaannya tersebut. Kemudian ia beralih ke pipa PVC. “Pertama kali saya membuatnya pada awal tahun 2017. Namun baru diawal tahun ini saya benar-benar tertarik dan fokus ,” akunya.
Seiring dengan peningkatan kualitas produksi hasil kerajinannya yang semakin diminati, serta tingkat penerimaan masyarakat meningkat, pemilik usaha ini langsung membeli beberapa alat perlengkapan yang sederhana.
Irman menyebut, jika bakatnya dalam hal kreativitas kerajinan tangan butuh beberapa aspek kemampuan tersendiri, salah satunya seni ukir. Hal ini sudah digeluti sejak lama, bahkan sejak ia masih duduk dibangku sekolah.

Irman mengungkapkan melalui youtube mencari tahu bagaimana cara mengolah atau mendaur ulang barang bekas untuk dapat diproduksi kembali menjadi karya seni yang bernilai jual tinggi.
Dari sisi manfaat usaha yang ditekuni saat ini, kata Irman, pertama melihat peluang bisnisnya. Kedua membuka lapangan kerja untuk orang lain dan yang ketiga mari selamatkan lingkungan.
“Dimana limbah plastik atau pipa paralon itu tidak mudah terurai, sehingga dapat merusak alam secara perlahan. Dengan usaha yang dikembangkan saat ini dapat membantu menyelamatkan alam;” imbuhnya. .
Irman kemudian menjelaskan bahan untuk pembuatan lampu hias cukup sederhana dan modalnya terbilang kecil. Untuk pembuatan lampu hias hanya membutuhkan pipa bekas berukuran 3 dan 4 inc, bola lampu, bor ukir, dan cat semprot. Hanya saja pembuatannya menghabiskan waktu berjam-jam.
Dibawah pengawasannya, karyawan N&N Craft dapat menghasilkan 2-7 buah ukiran lampu per hari. Sedangkan untuk proses finishing memakan waktu 1-2 hari.
“Sampai hari ini yang sudah kami rakit mencapai ratusan lampu hias berbagai model, baik model duduk, tempel dan gantung, dan aneka furniture,” tuturnya.
Dikatakannya, untuk model ukiran bisa Kaligrafi, Vas bunga, lampu karakter, dan Souvernir. Untuk harga mulai dari 100 ribu hingga 350 ribu rupiah diluar ongkir. “Imbuhnya” . Sementara untuk pesanan sudah sampai ke luar Kota misalnya Raha ,Kendari, bau-bau, Makassar hingga pulau jawa. “Tuturnya”.
Owner N&N Craft LM Irman Asmani mengatakan beberapa model lampu hias yang sudah ready siap diantar ke alamat pemesan. Untuk pendapatan dari lampu hias ini tidak tetap karena ia baru membuatnya ketika ada pesanan saja, terkadang dalam satu bulan ada 20-40 pesanan dengan harga berfarian tergandung model ukiran dan bentuknya, bisa meraup Rp. 3-4 juta. ungkapnya.
keterbatasan alat yang memadai seperti digital printing , alat bor ukir otomatis dan oven pengering otomatis membuat nya kewalahan dalam memproduksi banyak orderan. Pekerjaan secara manual sangat memakan waktu yg cukup lama .
Sementara ini, Irman sudah membuat proposal permohonan bantuan kepada Pemda Mubar. “Saya membuat permohonan modal usaha mandiri kepada Bupati Mubar, LM Rajiun Tumada yang ditujukan kepada Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Sosial , dan beberapa instansi pemerintah lainnya,” ungkapnya.
Namun kedepan ia berkeinginan usahanya ini dapat terus dikembangkan, hingga dapat masuk ke pasar nasional maupun mancanegara.
“ Oh ya, jika ada yang mau memesan atau berminat membeli lampu hias dari pipa paralon, langsung hubungi nomor saya di 6281381253215, terima kasih,” ujar Irman berpromosi kepada pembaca TenggaraNews.com.
Laporan : Jhoni Bajo
Editor : Rustam









