TenggaraNews.com, WAKATOBI – Meskipun merasa unggul di Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, pasangan H. Arhawi dan Hardin Laomo (HALO) tetap mengutamakan politik santun, menghargai sesama dan merangkul kawan maupun rifal politik.
Bagi HALO dan seluruh timya, tak ada istilah lawan dalam Pilkada Wakatobi. Namun ini hanyalah persoalan beda pilihan, karena sejatinya Pilkada adalah pertarungan gagasan, bukan saling menghujat.
Hadir pada kampanye terbatas itu, politisi dari Partai Demokrat, Muhlis. Ia menghimbau agar tidak terprovokasi isu yang dibangun oleh mereka yang haus dengan jabatan Bupati.
“Kepada kita semua supaya tidak dibodoh-bodohi oleh kampanye hitam, karena hari ini, Pilkada itu adalah pertarungan gagasan, bukan memberikan tekanan kepada masyarakat,” tegas Politisi Partai Demokrat Muhlis, Minggu 11 Oktober 2020.
Politis Demokrat dari Provinsi Sulawesi Tenggara itu menegaskan banyak isu-isu yang beredar hanya untuk mencederai nilai-nilai demokrasi di Kabupaten Wakatobi.
Muhlis meyakini dengan tampilnya Hardin Laomo yang mendampingi H. Arhawi, akan membawa pembangunan yang berkelanjutan dan tatanan pemerintahan yang baik dimasa yang akan datang.
Hal itu, dibuktikan dengan pembangunan infrastruktur di kaledupa yakni pembangunan jalan, ruang publik dan hadirnya pembangunan jembatan fery yang akan menjdi penghubung antar pulau.
Tak hanya memiliki segudang pengalaman didalam pengelolaan pemerintahan, H. Hardin Laomo juga sangat dihormati dan dihargai oleh masyarakat Kepulauan Kaledupa.
Ia adalah tokoh Kaledupa sekaligus pencetus generasi dan seorang pemimpin yang menciptakan banyak kader Pejabat dari Kaledupa, bukan hanya didaerah, namun juga diluar daerah.
Laporan : Syaiful









