TenggaraNews.com, WAKATOBI – Momentum hari Sumpah Pemuda, Senin 28 Oktober 2019 dimanfaatkan para pemuda yang tergabung dalam Barisan Orator Masyarakat Kepulauan Buton (BOM Kepton) untuk menagih janji politik H. Arhawi-Ilmiati Daud (HATI), saat mencalonkan diri sebagai pasangan calon Bupati Wakatobi 2015 lalu.
Tagihan janji politik tersebut disampaikan melalui aksi demonstrasi, lantaran Bupati Waktobi dinilai telah ingkar atas sejumlah janji politiknya, yaitu mengenai persoalan listrik di pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko. Kemudian, soal pelayanan dokter spesialis disetiap kecamatan dan janji beasiswa pendidikan Bersinar.
“Menyalakan listrik di Pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko 24 jam adalah pembohongan. Ditambah lagi Bupati Wakatobi pernah mengatakan akan turun berkantor selama 3 bulan bergiliran di masing-masing kecamatan se-Wakatobi di masa jabatannya ketika jadi Bupati juga merupakan pembohongan. Begitu pula janji penempatan dokter di masing- kecamatan di Wakatobi adalah pembohongan,” ujar Korlap BOM Kepton, Rozik.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Wakatobi melalui kepala dinas terkait menjawab semua tuntutan para masa aksi yang berdemo di depan Kantor Bupati Wakatobi, terkait persoalan yang dimaksudkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi melalui Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Nurhaslia mengungkapkan, program kesehatan Bersinar dalam hal pelayanan dokter spesialis di Puskesmas telah berjalan secara mobile.
“Dari 20 puluh Puskesmas yang ada, tujuh dokter spesialis tambahan di tahun ini telah disiapkan oleh pemerintah daerah, melalui program Nusantara Sehat dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,” ungkap Nurhaslia.
Selain itu, untuk mewujudkan program Kesehatan Bersinar, Dinkes Wakatobi terus melakukan perbaikan infrastruktur kesehatan melalui program-program pemerintah untuk peningkatan pelayanan.
Begitupula dengan listrik, saat ini, pemerintah daerah melalaui Dinas PU, tengan berupaya menambah mesin agar listrik dibebeberapa titik bisa menyala 24 jam, meskipun memang terdapat beberapa kendala di luar wewenang Pemda.
“Kita harus bersabar. Karena 24 jam itu, yang harus dibangun infrastrukturnya dulu, karena memang PLN kita masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM),” ujar Kepada Dinas PU, Kamaruddin.
Selanjutnya, untuk program Pendidikan Bersinar, dari tahun 2017 kemarin program tersebut sudah berjalan. Dari data yang ada, sebanyak 89 mahasiswa mendapatkan bantuan pendidikan Bersinar, dan di tahun 2018 sebanyak 340 penerima.
“Untuk 2019 ini, ada 380 orang yang datanya sementara diverifikasi,” ucap Kepala Dinas Pendidikan, Aliwangi.
Selain itu, program Pendidikan Bersinar merealisasikan Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebanyak 2.347 siswa tingkat Sekolah Dasar dan 1.036 orang tingkat Sekolah Menengah Pertama di tahun 2017, kemudian ditahun 2018, sebanyak 962 siswa SD dan 536 orang siswa SMP.
Laporan : Syaiful









