TenggaraNews.com, MUNA – Dalam rangka meningkatan kualitas layanan pemasyarakatan serta pelaksanaan tugas fungsi pemasyarakatan, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham menyelenggarakan deklarasi resolusi pemasyarakatan 2020 yang disiarkan langsung melalui teleconference, bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, Kamis 27 Februari 2020.
Deklarasi tersebut diawali laporan Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami dengan memaparkan 15 poin resolusi pemasyarakatan Tahun 2020.
Kepala Rutan Kelas IIB Raha, La Ode Muhammad Masrul mengatakan, bahwa pihaknya akan mendukung dan menyukseskan program dari pemerintah pusat, untuk melakukan penataan dan peningkatan kinerja terhadap layanan publik.
Ditambahkannya, dari 15 item resolusi tersebut, ada beberapa hal yang telah tercapai, yakni komitmen mendorong 681 Satkerpas, untuk mendapatkan predikat WBK/WBBM.
“Perlu diketahui oleh publik, bahwa ini benar-benar bukan hanya di Rutan Raha, namun hal tersebut sudah menjadi program seluruh Rutan di Indonesia,” ucapnya.
Dalam WBK dan WBBM, kata dia, untuk Rutan Kelas IIB Raha berpotensi pada saat pengurusan CB, PB dan CMB. Namun sejak reformasi birokrasi bahkan awal reformasi, pihaknya telah diinstrusikan untuk melakukan hal tersebut.
“Kemudian, untuk remisi sendiri kita juga telah melakukan remisi terhadap semua Napi pada hari-hari besar setiap tahunnya. Rehabilitas medis untuk di Raha sendiri pengguna Narkoba kurang lebih dari 70, dan kami telah melakukan penyuluhan dan konseling bersama BNNK dengan Dinas Kesehatan, dimana setiap saat dilakukan tes urine terhadap para Napi,” katanya.
Sementara untuk pemberian makanan siap saji, lanjut Masrul, hanya dilakukan di UPT Pemasyarakatan Tangerang dan Nusakambangan, adapun peningkatan kualitas warga binaan pemasyarakatan menjadi SDM unggul melalui keterampilan bersertifikasi belum dilaksanakan.
“Khusus di Rutan Raha, kami memanfaatkan pemberian keterampilan secara waris. Artinya, jika sudah ada narapidana yang sudah terampil baik di perbengkelan dan pertukangan, maka kami harapkan bakat tersebut dapat ditularkan terhadap warga binaan,” jelasnya.
Masrul juga berharap, agar media bisa berkolaborasi mendukung terwujudnya semua program instansi yang dipimpinnya itu.
Laporan: Phoyo









