TenggaraNews.com, KOLAKA – Penggurus TP PKK Kabupaten Kolaka bersama DWP Kolaka, SJB dan IWAPI serta Komunitas Letting 95 Smansa Kolaka menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) di ruang isolasi RSUD Benyamin Gulu, Kamis 2 April 2020.
Bantuan APD tersebut diterima langsung oleh Direktur RSUD Benyamin Gulu Kolaka, dr Muhammad Rafi dan didampingi beberapa dokter serta tenaga medis.
Adapun bantuan yang diserahkan oleh pengurus TP. PKK Kabupaten Kolaka
adalah lima set lengkap APD, 30 PC masker N95,1 box handsock.
Selain penyerahan APD di RSUD Benyamin Gulu, penggurus TP. PKK bersama pihak lain yang turut terlibat juga menyerakan di 12 kecamatan se-Kabupaten Kolaka.
Untuk Puskesmas Kolaka, Puskesmas Latambaga dan Puskesmas Wundulako, masing-masing sebanyak 10 PC masker N95.
Kemudian, di Puskesmas Iwoimendaa, Puskesmas wolo, Pukesmas Samaturu, Puskesmas Baula, Puskesmas Pomalaa, Puskesmas Tanggetada, Puskesmas Polinggona, Puskesmas Watubangga dan Puskesmas Toari masing-masing mendapatkan 3 PC masker N95.
Wakil Ketua III TP. PKK Kabupaten Kolaka, Hj. Andi Wahidah mengatakan, pihaknya bersama para donatur memilih menyumbangkan APD, kerena tenaga kesehatan memang membutuhkan alat tersebut. Hal itu sangat penting, karena tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19, sehingga membuhkan perlindung diri sesuai setandar.
“Kita berharap semoga alat tersebut digunakan, dalam arti agar Kabupaten Kolaka terbebas dari wabah virus corona. Semoga apa yang kami lakukan selama masa diam di rumah memberikan manfaat bagi bumi mekongga yang kami cintai,” harap Andi Wahidah.
Sementara itu, Direktur RSUD Benyamin Gulu Kolaka, dr. Muhammad Rafi mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya sangat kekurangan APD. Saat ini, hanya tersedia sebanyak 31 set yang berasal dari pengadaan rumah sakit.
“Hingga saat ini APD yang tersedia RSBG Kolaka hanya berjumlah sebanyak 31 set berasal dari pengadaan rumah sakit sendiri,” ucap dr. Rafi.
“Kalau untuk APD di RSBG Kolaka memang sudah kita siapkan, namun masih kurang jumlahnya, terutama masker N95, karena setiap hari digunakan oleh dokter dan tenaga medis saat scrining pasien di IGD,” ungkap dr. Muh. Rafi.
Laporan: Deri









