TenggaraNews.com, KOLAKA – Sebagai bentuk kepedulian dalam rangka memutus mata rantai penyeberan Covid-19, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kolaka masuk ke pasar-pasar tradisional membagikan masker gratis ke masyarakat.
Ketua DPC PKB Kolaka, Hj. Andi Djuhria Arbain mengatakan, meskipun partai besutan Muhaimin Iskandar itu tak memiliki kursi di DPRD Kolaka, namun bencana ini menggerakkan kepedulian kader PKB di Bumi Mekongga terhadap sesama.
“Sekarang kita tidak bicara politik. Kita bicara kepedulian terhadap saudara kita. Jika warga lainnya sehat, maka kita juga sehat. Sebaliknya jika ada yang sakit karena virus, maka kita juga bisa berpotensi. Makanya, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat 1 Mei 2020.
Ia menambahkan, pembagian masker di pasar sangat penting, karena tingkat mobilitas warga sangat tinggi. Pasar, kata dia, merupakan tempat paling ramai dan masih dibolehkan oleh pemerintah untuk dibuka di tengah pandemi corona.
Namun, di balik keramaiannya itu, ada potensi berbahaya akan wabah virus corona. Sebab, orang yang masuk di pasar tidak diketahui apakah terinfeksi virus atau tidak.
“Virus ini kan tak bisa diidentifikasi wujudnya, tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Yang membawa virus itu adalah manusia,” tambahnya.
Untuk itu, lanjut Andi Djuharia, mengenakan masker adalah solusi yang tepat untuk memutus mata rantai virus corona. Selain itu, warga juga mesti menjaga jarak satu sama lain agar penularan virus tidak terjadi.
“Kita berharap, semua warga Kolaka mengenakan masker dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Kemudian, kita imbau juga mematuhi etika bersin dan batuk agar tidak menulari orang lain,” harapnya.
Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Kabupaten Kolaka tercatat ada 1 pasien yang dinyatakan positif corona, meskipun belakangan sudah dinyatakan sembuh.
Selain itu, ada 15 orang dalam pemantauan (ODP) dan satu orang pasien dalam pengawasan (PDP).
Sedangkan di kabupaten tetangga, Kolaka Utara misalnya, ada empat kasus positif virus corona. Di Kolaka Timur ada 1 kasus positif dan Bombana ada 4 kasus positif.
Artinya, masyarakat Kolaka harus waspada karena daerah yang berbatasan langsung telah ditemukan kasus virus mematikan itu.
“Kita perlu waspada. Semoga virus ini tidak masuk di daerah kita di Kolaka,” pungkasnya.
Laporan: Ikas









