TenggaraNews.com, KENDARI – Menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Sulawesi Tenggara (Sultra), Dewan Pimpinan Pusat (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sultra nyatakan dukungan kepada bakal pasangan calon (Bapaslon) Gubernur Ali Mazi dan Lukman Abunawas (AMAN). Partai politik (Parpol) besutan Grace Natalie ini akan mengerahkan mesin partai dalam memenangkan figur yang didukung, pada perhelatan Pemilukada yang akan digelar Juni mendatang.
“Jadi kita sudah menentukan pilihan dan menyatakan sikap untuk mendukung Bapaslon AMAN diPilgub Sultra, Insyaalah nanti kita akan segera konsolidasi sampai pada tingkat DPP, dan kami akan berbicara kembali kepada pasangan AMAN, agar sekiranya untuk meminta waktu dipertemukan kepada seluruh pengurus kabupaten/kota dan provinsi, ” ungkap Ketua DPW PSI Sultra, Muhammad Nuzul Qadri kepada TenggaraNews.com, Sabtu 11 Februari 2018.
Ditegaskannya, bahwa DPW PSI Sultra siap mengusung pasangan AMAN di Pilgub Sultra, dengan melibatkan seluruh kepengurusan yang ada di partai tersebut.
“Kalau dijumlahkan itu kita sebenarnya kepengurusan kita ini sangat ramping, tidak sama dengan partai-partai lain, kalau di Provinsi baru tujuh kepengurusan kalau ditingkat kabupaten/kota itu ada lima. Dan jika dijumlahkan anggota dan pengurus kurang lebih 60 ribu lebih untuk di Sultra, ” jelasnya.
Kendati dermikian, kata dia, pihaknya akan all out memenangkan Bapaslon AMAN. Untuk itu, pengurus di kabupaten/kota juga siap memberikan suara untuk pasangan tersebut.
“Kalau barometer Sultra itu kan di Kota Kendari. Kami akan menangkan Bapaslon AMAN ini dikabupaten Muna dan Buton. Dan dari 17 kabupaten/kota, cuma Konsel, Kolut dan Wakatobi yang membagi suara seimbang. Saya rasional, kira-kira figur ini menang sekitar 60 persen lebih dan saya yakin pasangan ini mendapatkan suara paling tertinggi dari dua calon lain,” beber Nuzul Qodri.
Sehingga dia pun berharap, sebagai partai anak muda dan perempuan, semoga pasangan AMAN bisa melihat anak-anak muda yang kreatif dan membuat sebuah wadah-wadah bagi generasi penerus bangsa.
“Yang jelas harus memperhatikan perempuan dan anak, itu tiga hal saja yang harus kita perhatikan. Apalagi perlindungan hukumnya. Kemudian dalam dukungan ini juga menjadi hal dinamika berorganisasi dan itu hal-hal wajar saja , kalau pun ada sanksi dalam aturan kita sebenarnya tidak ada sanksi, tapi sebaiknya kalau sudah satu suara dan kita sudah rapatkan bersama, ya sebaiknya seluruh kepengurusan mau tidak mau, suka tidak suka seharusnya semua teman-teman yang menjadi kader atau anggota PSI Harus mendukung keputusan partai,” pungkasnya.
Laporan: Muhamad Isran








