TenggaraNews.com, KENDARI – Sinar matahari kian memanaskan bumi anoa. Hal itu ditunjukan dengan terus bergulirnya kasak kusuk di internal Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra. Selain mengultimatum Ketua DPD PAN Muna Barat (Mubar), Rajiun Tumada agar mengajukan pengunduran diri dari statusnya sebagai pengurus partai berlambang matahari terbit tersebut, dalam waktu 2 kali 24 jam, Adriatma Dwi Putra (ADP) juga menyebut bahwa Rajiun masuk ke PAN hanya kebetulan saja.
“Baru dua tahun jadi pengurus sudah bicara juga soal AD/ART, memangnya apa yang dia fahami tentang AD/ART. Masuk di PAN juga hanya karena kebetulan, karena waktu itu dia yang suka jaga-jaga Nur Alam,” ujar ADP.
Menurut Sekretaris DPW PAN Sultra ini, bergabungnya orang nomor satu di Mubar itu ke partai besutan Zulkifli Hasan tersebut, dilatarbelakangi oleh faktor kedekatannya dengan mantan Ketua DPW PAN Sultra, Nur Alam.
“Kan kebetulan dia (Rajiun Tumada) dekat dengan Nur Alam, sehingga tiba-tiba diangkat menjadi Pj. Bupati di Muna Barat. Selanjutnya, karena Rajiun maju sebagai calon bupati maka dia diamanat nasionalkan,” beber ADP.
Ditambahkanya, mantan Kasat Pol PP Sultra itu tak bekerja untuk PAN saat Pilcaleg 2014 lalu. Tapi, yang menikmati kerja keras kader-kader yang telah membesarkan PAN seperti La Koso dan Rahmawati justru Rajiun Tumada. Setelah itu, dia justru banyak menghabisi kader-kader yang telah lama membesarkan PAN di DOB itu.
“Itu juga yang saya mau ingatkan, bahwa di tahun 2014, tidak ada setetes pun dia punya keringat terhadap PAN di Muna Barat. Yang kerja adalah teman-teman kita, yakni La Koso dan Rahmawati, dia (Rajiun) yang nikmati,” jelas ADP.
Tak hanya berhenti disitu saja, ADP juga memberikan tenggat waktu selama 2×24 jam kepada Rajiun, untuk segera mengajukan pengunduran dirinya dari PAN. Jika tidak, maka pihaknya bakal langsung mengambil langkah tegas yakni pemecatan.
Pernyataan putra bungsu Asrun itu Lansung ditanggapi Rajiun seraya menantang balik ADP, agar segera memecat dirinya. Sebab, tenggat waktu yang diberikan kepada dirinya terlalu lama.
Dikutip dari laman Lenterasultra.com, Rajiun mengatakan, bahwa dirinya tak perlu diancam-ancam jika memang ingin dikeluarkan dari PAN. Dia juga menyebutkan, bahwa status dirinya sebagai Ketua DPD PAN Muna bukan sebagai benalu yang ingin mencari keuntungan, baik secara pribadi maupun keluarga.
“Kita membesarkan partai berbagai inovasi politik. Dan sebagai salah satu kader PAN,
saya gagas anti money politik. Jadi kalau ada yang merasa tersinggung dengan gagasan saya ini, berarti mereka pro dengan money politik,” tegas Rajiun Tumada, seperti yang dilansir Lenterasultra.com
Laporan: Ikas Cunge








