TenggaraNews.com, KENDARI – Aktivitas pertambangan sejumlah perusahaan tambang di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini mulai menggarap lingkungan sekolah. Setidaknya ada tiga perusahaan tambang yang diduga mengeruk hasil alam hingga ke lingkungan satuan pendidikan.
Adapun ketiga perusahaan tersebut adalah PT. WIN di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), PT. Kasmar Tiar Raya (KTR) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dan PT. Daka Group di Kabupaten Konawe Utara (Konut).
Anehnya, pemerintah dan aparat kepolisian terkesan tak mampu menindak perusahaan-perusahaan tersebut. Sehingga menunjukan kondisi dunia pendidikan yang terjajah oleh aktivitas perusahaan tambang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun jurnalis TenggaraNews.com, PT. Daka Group merupakan perusahaan milik adik Gubernur Sultra.

Anehnya lagi, Plt. Kepala Dinas ESDM Provinsi Sultra, Buhardiman yang dikonfirmasi soal posisi terminal khusus (Tersus) atau jetty milik PT. Daka Group Berdampingan dengan SDN 3 Lasolo Kepulauan (Laskep) di Desa Boendingi, Kabupaten Konut justru melontarkan balik pertanyaan keberadaan Tersus tersebut.
“Adakah?, ” tanya Kadis ESDM, Selasa 14 April 2020.
Hal tersebut menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana bisa Kadis ESDM tak tahu menahu posisi jetty milik PT. Daka Group yang berdampingan dengan SDN 3 Laskep dan pemukiman warga Desa Boendingi.
Padahal, PT. Daka Group sudah bertahun-tahun melakukan aktivitas pertambangan di Blok Lasolo Kepulauan. Bankan, aktivitas bongkar muat ore nikel selama ini menggunakan jetty tersebut.
Apalagi, keberadaan jetty tersebut kerap disuarakan para aktivis, baik di Sultra hingga ke pusat. Dan dugaan pelanggaran tersebut juga ramai serta wara-wiri dalam pemberitaan media.
Saat jurnalis TenggaraNews.com mencoba menggali lebih jauh terkait pengawasan yang dilakukan Dinas ESDM melalui inspektur tambang, Kadis ESDM berdalih bahwa laporan tersebut belum diterima dari Kepala Bidang Minerba, Yusmin seraya menggerutu.
“Iya, laporannya kan baru mereka buat. Ada (Laporan Kabid Minerba) ini kan lagi berproses. Ah, bagaimana ah. Kalau begitu lain kali saya tidak layani,” kesalnya seraya berlalu meninggalkan awak media.
Laporan: Ikas









