TenggaraNews.com, KENDARI – Minimnya sarana penunjang infrastruktur layanan publik di Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi perhatian khusus bagi Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra nomor 3, Rusda Mahmud-Sjafei Kahar (RM-SK). Cakupan hak dasar fasilitas publik yang akan dinikmati oleh masyarakat Sultra, merupakan program yang tepat dalam rangka peningkatan sarana penunjang tersebut. Hal itu akan terlaksana hanya jika Paslon ini terpilih untuk menahkodai Sultra selama 5 tahun mendatang.
Hak Fasilitas Publik yang mencakup peningkatan infrastruktur dan pemerataan pembangunan dapat diproyeksikan dalam beberapa hal yakni, peningkatan kapasitas, kualitas dan koneksi infrastruktur perhubungan, Program penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan (sistem penyediaan air berkelanjutan, revitalisasi DAS, urban biopori dan sanitasi komunal), Pengembangan Pembangkit Listrik Skala Kecil-Menengah (mikro-hidro; panel surya; kincir angin; geothermal; biogas; PLT-gelombang laut)
“Jika diproyeksikan berdasarkan kapasitas jalan dan peningkatan jumlah kendaraan, maka dalam kurun waktu 4-5 tahun kedepan, jalanan di Sultra akan mengalami kemacetan total, karena kondisi kualitas jalanan, hanya sebesar 30,92% saja jalan dengan kondisi baik,” ungkap Rusda Mahmud, Kamis 21 Junk 2018.
Selain itu, lanjutnya, pemerataan infrastruktur jaringan telekomunikasi serta pengembangan infrastruktur server data center pendukung e-government; e-commerce; dan e-library, serta Membangun science techno park, ruang publik edukatif, serta kawasan agropolitan akan meningkatkan ketersediannya infrastruktur jaringan telekomunikasi maka pemerintah sesegera mungkin akan menyediakan pusat data untuk mendukung penerapan online government.
“Sedangkan salah satu cara yang paling efektif dalam mempercepat sistem pemerintahan dan pelayanan public adalah dengan penerapan online government,” jelasnya.
Untuk sungai diperlukan revitalisasi DAS, tambahnya, khusus untuk daerah perkotaan (jumlah ruang hijau yang semakin kecil) konsumsi air tanah yang terus digunakan oleh masyarakat tidak sebanding dengan stok air tanah yang ada. Oleh karena itu akan dilakukan kampanye urban biopori (lubang tanah penyerap air) sebagai langkah antisipatif dalam menjaga ketersediaan stok air tanah.
“Science Techno Park (STP) adalah kawasan yang dikelola secara profesional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan/perekonomian masyarakat sekitarnya, dengan mempromosikan budaya inovasi dan daya saing dari bisnis berbasis pengetahuan. Kota Kendari akan dikembangkan Science Park Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan IT, Kolaka Timur akan dikembangkan STP Kakao, Bombana STP Ternak Sapi dan STP Pisang, Butur, Busel dan Wakatobi STP Sumber Daya Kelautan. Dalam 10 Tahun kedepan dimungkinkan setiap kabupaten dan kota memiliki STP sesuai dengan potensi dan prospeknya masing-masing, keberadaan STP ini akan menjadi identitas potensi sumber daya dan pemanfaatan pengetahuan dan teknologi yang melekat pada setiap wilayah di Sultra,” terangnya.
Laporan: Yusran









