TenggaraNews.com, KENDARI – Pandemik virus corona telah memberikan dampak di berbagai sektor. Khusus di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), sebanyak lima pasien dinyatakan positif terpapar virus corona.
Kondisi tersebut menarik perhatian Ketua DPD Bintang Muda Indonesia (BMI) Sultra, Muh. Yusuf Yahya. Olehnya itu, Ia meminta Gubernur Sultra, Ali Mazi dan bupati serta wali kota se-Sultra lebih giat lagi dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona.
Muh. Yusuf Yahya juga menegaskan, agar pemerintah tak hanya sebatas melakukan karantina wilayah, tanpa langkah preventif yang jelas untuk memastikan masyarakat Sultra aman dari covid-19.
“Sudah seharusnya para pemimpin kita yang ada di Sultra ini bukan hanya sekadar memblok pintu-pintu masuk darat maupun laut, hanya sebatas menjalankan instruksi pemerintah pusat, akan tetapi, harus ada juga langkah-langkah preventif untuk memastikan masyarakat Sultra aman dari Covid-19,” jelas Muh. Yusuf Yahya, Jumat 3 April 2020.
Lebih lanjut, dia memberikan contoh, misalnya membentuk tim Satgas melibatkan aparat RT/ RW untuk door to door (dari rumah ke rumah) melakukan test kesehatan sembari mengedukasi masyarakat.
Menurutnya, jika hal ini dilakukan secara masif dengan penuh kesungguhan, maka bisa dipastikan bisa meningkatkan pemahaman semua masyarakat, dalam upaya bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona.
“Yah, kalau ini bisa dilakukan secara masif, Insha Allah kita bebas dari virus membahayakan ini,” katanya.
Pria yang popular disapa Bang Uchup ini menambahkan, bahwa pada dasarnya harus ada langkah-langkah antisipatif lain. Sebab, untuk apa negara mengeluarkan biaya begitu besar, jika pemerintah daerah sendiri tidak mampu mengambil langkah-langkah antisipasi, dan mendorong seluruh masyarakat Sultra untuk bersama-sama perangi masalah ini dengan cara patuh dan taat terhadap instruksi pemerintah untuk tetap tinggal di rumah.
“Bukan skedar hallo-hallo di jalan, melainkan dibutuhkan kerja yang konkrit untuk perangi Covid-19, dengan cara yang efektif salah satunya melalui door to door untuk diadakan pemeriksaan test kesehatan di rumah warga,” tambahnya.
Dalam kondisi darurat seperti ini, lanjutnya, pemerintah juga berkewajiban menyediakan stok makanan, jangan ada masyarakat Sultra mati kelaparan nantinya hanya karna covid-19 ini.
“Pemerintah wajib hadir dan melindungi masyarakatnya,” tegasnya.
Laporan: Ikas









