TenggaraNews.com, KENDARI – Di tengah memanasnya tensi politik di Kabupaten Muna, pasca baliho milik Rajiun Tumada dengan materi tagline pariwisata Pemkab Muna (Mai Te Wuna) berpolemik, sejumlah kelompok mahasiswa Muna menginisasi pelaksanaan diskusi publik dengan menghadirkan figur-figur yang saat ini santer dikabarkan akan meramaikan bursa Pilkada Muna 2020 mendatang.
Ketua LSM Muna Jakarta, Ikhsan Jamal mengungkapkan, melalui kegiatan tersebut, para bakal calon kepala daerah di Muna akan beradu gagasan tanpa saling fitnah.
“Diskusinya akan digelar pada 1 September 2019 mendatang,” ucapnya, Minggu 25 Agustus 2019.
Wakil Direktur LKB HMI PB HMI ini menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut agar para pemilih dapat memperoleh gambaran utuh tentang potensi dan konsep bakal calon bupati. Tak hanya bakal calon bupati saja, panitia diskusi juga akan menghadirkan para akademisi.
Selain itu, kata Ikhsan Jamal, bakal calon bupati dapat mengetahui secara langsung tawaran konsep yang diberikan pihak akademisi. Kemudian, menjamin dibukanya ruang kepada bakal calon bupati untuk menyampaikan program kepada publik secara terbuka.
“Dengan adanya kegiatan serupa yang di selenggarakan oleh teman-teman, kami sama sekali tidak merasa terganggu justru mendatangkan banyak manfaat demi menata pemerintahan Kabupaten Muna ke depan,” ujar Ikhsan Jamal.
Terkait narasumber, lanjut mahasiswa S2 Universitas Jayabaya ini, yang sudah di konfirmasi dan Insha Allah akan hadir antara lain Bupati Munax L.M Rusman Emba, Dirjen Kemendagri Bina Keuangan Daerah RI, Syarifuddin Udu, Laode Muhammad Aswin
dan Laode Ashadi mewakili akademisi.
“Selebihnya masih dalam tahap komunikasi. Yang tersisa kini LM. Rajiun Tumada dan LM. Baharuddin,” katanya.
Laporan: Ikas









