TenggaraNews.com, KENDARI – Baliho Bupati Muna Barat (Mubar), Rajiun Tumada (RT) yang memuat materi “Mai te Wuna” dinilai politisasi tagline pariwisata milik Pemkab Muna.
Olehnya itu, sejumlah pihak mendesak penurunan baliho tersebut harus segera dilakukan. Sebab, tagline itu adalah simbol pariwisata Pemkab Muna.
Ketua Relawan Kita RE, Darmono mengatakan, bahwa tidak boleh ada oknum atau lembaga yang mempolitisasi dan mempermainkan tagline tersebut. Apalagi memperolok-olok.
Menurut dia, hal itu adalah simbol kebesaran pariwisata Pemkab Muna. Satpol PP Muna harus segera mengambil tindakan menurunkan baliho yang melecehkan tersebut.
“Ini berbahaya jika tidak segera diturunkan, bisa melahirkan gesekan keras antar sesama masyarakat Muna. Pemkab tidak perlu memperbanyak rapat, segera turunkan,” ujar Darmono, Minggu 25 Agustus 2019.
Mantan Komisioner Bawaslu Sultra inu juga menambahkan, Humas Mubar mesti tahu diri dan mengetahui kapasitas sebagai Humas Pemkab, serta memahami Undang-undang.
“Perlu saudara (Humas Pemkab Mubar, red) ketahui, bahwa baliho RT yang ada di Muna kapasitasnya pribadi, untuk tujuan politik, tidak ada hubungannya Pemkab Mubar. Bapak mau jadi Jubir RT atau Humas Pemkab Mubar. Perbanyak membaca UU jangan sekedar bunyi,” kata Darmono.
Tapi, lanjutnya, setidaknya masyarakat Muna sudah lebih memahami dan melihat secara jelas, siapa yang tampil dengan kwalitas kecerdasannya yang mumpuni, dengan program pembangunan yang pro rakyat dan siapa pula yang hanya mempertontonkan sikap arogan dan sombong.
“Silakan masyarakat Muna dan Muna Barat menilai,” ucapnya.
Darmono menjelaskan, RT seharusnya mempertontonkan ide, gagasan dan program kerja, jika berkeinginan maju sebagai calon Bupati di Kabupaten Muna. Sampaikan kepada masyarakat Muna, apa yang akan RT lakukan untuk memajukan Kabupaten Muna, tunjukan keberhasilan apa yang sudah dipersembahkan selama memimpin Kabupaten Mubar kurang lebih 4 tahun.
Beberapa bulan lalu, kata dia, diberbagai pemberitaan RT mengatakan bahwa Pemkab Muna pembohong. Darmono meminta RT agar menunjukan kepada masyarakat bagaimana cara mantan Ketua DPD PAN Mubar ini akan bekerjasama dengan ASN pembohong.
Darmono mengimbau kepada seluruh pendukung dan simptisan RE untuk tetap tenang, jangan terprovokasi dengan isu-isu murahan yang bisa memecah belah persatun dan kesatuan sesama masyrakat Muna. Jangan pula membalas hujatan, cacian dan makian.
“Kita perlu bersabar, Allah SWT maha hahu, maha adil dan maha segalanya. Yang pasti Rusman Emba bersama dengan simpatisan dan pendukungnya tidak pernah membakar bendera dan atribut partai, tidak menggembosi atau merusak suara partai-partai lain pada Pemilu yang lalu. Rusman Emba tahu berterima kasih, membalas kebaikan partai-partai yang telah membesarkannya atau menjadikannya bupati,” katanya.
Laporan:Ikas









