TenggaraNews.com, MUNA – Pendiri Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Laode Rifai Pedansa hadir dalam sosialisasi dan silaturahmi bakal calon (Balon) Bupati Muna, Syarifuddin Udu (SU) di Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 18 Januari 2020.
Dihadapan ribuan masyarakat yang hadir, Rifai mengatakan, bahwa diumurnya yang mulai senja merupakan kesempatan terakhir untuk dirinya mendukung seorang pemimpin, yang bisa membawa Muna ke arah yang lebih baik kedepan.
“Sekarang saya sudah berumur 70 tahun, tentu ini adalah dukungan terakhir saya terhadap salah satu figur, saya harapkan semoga ini adalah yang tepat untuk memimpin Muna ke depan. Jika kita salah memilih apa yang akan terjadi dengan negeri ini. Mudah-mudahan saja selama ini adalah cobaan namun bukan kutukan,” katanya disambut teriakan ganti bupati oleh masyarakat yang hadir.
Mantan Ketua DPD Sultra itu menyayangkan setiap orang yang didorongnya untuk menjadi seorang pemimpin selalu salah. Padahal, pemimpin tersebut sebelumnya dicintai oleh masyarakat, namun setelah menjabat justru tidak mementingkan kepentingan rakyat.
“Dulu, saat mendampingi salah satu figur untuk sosialisasi mereka mengatakan di depan masyarakat, bahwa jika lolos maka jabatan yang akan diembannya akan memasukan dirinya ke dalam surga, belum lagi beberapa tahun lalu ada pula yang bilang bahwa jabatan ini akan menjadi sebuah kecapean bersama, sehingga disenangi rakyat. Tapi apa yang terjadi?. Olehnya itu, saya kembali lagi kepada saudara-saudara semua, bahwa ternyata kita salah dalam mendukung dan pasti saya juga akan ikut disalahkan,” ujarnya.
Pokitisi PDIP itu meminta kepada masyarakat Kecamatan Kabangka agar memaafkan dirinya, karena selama ini telah keliru mendukung figur yang lolos menduduki jabatan sebagai penentu kebijakan di Kabupaten Muna, namun tidak merealisasikan apa yang diutarakan sebelumnya kepada masyarakat.
“Kalau kita keliru dengan pilihan kita saat ini, kira-kira apa yang terjadi. Marilah kita memilih yang terbaik untuk kita semua,” ajaknya.
Sebagai tokoh masyarakat, dirinya menambahkan, bahwa Kabupaten Muna memiliki sumber daya alam yang cukup baik, karena memiliki laut yang luas juga memiliki tanah yang subur, akan tetapi tidak memiliki pemimpin bertangan dingin untuk mengangkat derajat masyarakat Muna.
“Kalau ditunjang dengan pemimpin yang baik dan program yang baik pula yang bisa menyentuh kehidupan masyarakat, tentu kehidupan akan lebih baik. Tapi, kalau hanya menimbun laut, itu tidak mempunyai manfaat, apalagi jadinya berantakan, itu untuk apa?. Tentu tujuan menimbun laut agar fee-nya jadi lebih banyak rampoknya juga lebih banyak, dan itu polisi bisa proses,” ungkapnya.
Olehnya itu, kehadirannya di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Kabangka sama sekali tidak mempunyai kepentingan, namun kepentingan itu hanya untuk kepada warga semua, karena jika melihat daerah lain menurutnya begitu hebat, maju dan berkembang namun di Muna sampai saat ini tidak ada kemajuan.
“Muna harus dipimpin oleh seorang yang bertangan dingin, mempunyai wawasan luas dan memiliki visi misi jauh ke depan, agar negeri ini bisa maju seperti daerah lain,” pungkasnya.
Laporan: Phoyo









