TenggaraNews.com, KENDARI – Setelah kurang lebih enam jam berada di atas tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), setinggi kira-kira 50 meter, Mirwan (20) akhirnya bersedia turun berkat usaha adiknya, yang naik membujuk agar warga Desa Wonua Sangia, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawa Selatan (Konsel) itu segera turun.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak TenggaraNews.com, Mirwan nekat memanjat tower SUTET tersebut sejak pukul 17.13 Wita. Nanti pukul 23.10 Wita barulah pria itu turun menemui keluarganya, yang dibantu oleh personil Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Kendari, Kamis 22 Februari 2018.
Prosesnya pun cukup memakan waktu yang sangat lama. Bahkan, istri serta ibunya tidak henti-hentinya memberikan arahan kepada Mirwan untuk turun dari tower tersebut.
“Jadi, memang proses evakuasi ini cukup memakan waktu lama. Disitu Adik dari Mirwan bersedia membantu kami untuk naik ke atas tower itu, sehingga kami pun mengizinkan karena menurut kita keluarganyalah yang bisa membujuk Mirwan untuk turun. Alhamdulillah berkat bantuan adiknya dan tiga orang personil kita yang naik keatas tower, Mirwan akhirnya bisa dievakuasi,” ujar Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Basarnas Kendari, Jendri P, saat ditemui di Tempat Kejadian Musibah (TKM).
Dia menambahkan, aksi nekat yang dilakukan oleh Mirwan dipicu permasalahan rumah tangganya, informasi ini didapatkan dari keluarga yang bersangkutan.
“Mirwan ini ada masalah sama istrinya si Suleha, mungkin karena dia depresi akhirnya dia memutuskan untuk memanjat tower itu,” tambahnya
Pantauan TenggaraNews.com, setelah berhasil diturunkan, Mirwan pun akhirnya digelandang ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Kendari, untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait aksinya itu.
Untuk diketahui, dalam proses evakuasi terhadap pria berusia 20 tahun ini, unsur yang terlibat diantaranya, Polres Kendari, Basarnas Kendari, Polsek Baruga, Sat Brimob Polda Sultra, keluarga Mirwan dan masyarakat setempat.
Laporan: IFAL CHANDRA MOLUSE








