TenggaraNews.com, KENDARI – Sepekan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang, lembaga survei Sinergi Data Indonesia merilis hasil survei Pilbup Kolaka.
Peneliti Sinergi Data Indonesia, Viki Hamzah mengungkapkan, berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan pihaknya pada tanggal 27 hingga 31 Mei 2018, pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Ahmad Syafei-Muhamad Jayadin (SMS Berjaya) yang notabene merupakan incumbent unggul pada semua aspek. Sedangkan rivalnya yakni Paslon nomor urut 2, Asmani Arif-Syahrul Beddu (Berani) berada jauh di bawah.
Menurut Viki, dominasi SMS Berjaya tersebut dikarenakan pasangan ini merupakan incumbent, yang mana kerja-kerja selama lima tahun di periode pertama telah memberikan kesan yang baik kepada masyarakat.
“Jadi, pola incumbent ini memang sudah mengakar,” ujarnya kepada awak media di Kendari, Rabu 20 Juni 2018.
Lebih lanjut, Viki menjelaskan, Ahmad Syafei masih lebih populer dengan pencapaian sebesar 98,41 person dan 78,52 person disukai dibanding Asmani Arif. Sedangkan dari sosok Cawabup, Jayadin juga masih lebih populer dan disukai dibanding Syahrul Beddu.
Dari sisi elektabilitas, kata dia, Ahmad Syafei unggul signifikan dari Asmani Arif. Yakni 47,95 persen untuk Ahmad Syafei dan 24,09 person serta 27,95 persen yang belum menentukan pilihan. Begitu pula elektabilitas dari calon wakil bupati, Muhammad Jayadin unggul lebih dari dua kali list, yakni 47,73 persen dan 22,50 persen untuk Syahrul Beddu serta 29,77 persen yang belum menentukan pilihan.
“Sedangkan elektabilitas untuk Paslon, memasuki berakhirnya masa kampanye, elektabilitas Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin unggul lebih dari 50 persen suara. Tingkat elektabilitas Paslon nomor 1 sebesar 50,45 persen, sedangkan Paslon nomor urut 2 sebesar 24,32 person dan 25,23 persen yang belum menentukan,” bebernya.
Secara umum, lanjut Viki, mayoritas publik Kolaka menilai kondisi pelayanan umum dan pembangunan saat ini sangat puas/cukup puas. Pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Kolaka yang dipimpin Ahmad Syafei dinilai sangat baik/baik (70,23 persen) dan sangat bersih/cukup bersih (59,54 persen) dari praktek korupsi dan suap.
Selain itu, sebagaian besar publik Kolaka juga menilai kondisi daerah saat ini lebih baik (55,20 persen) dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, kinerja Ahmad Syafei sebagai bupati dinilai sangat puas/cukup puas (79,09 persen). Sedangkan Muhamad Jayadin sebagai Wakil Bupati juga dinilai sangat puas/cukup puss (77,04 persen)
“63,86 persen masyarakat Kolaka merupakan pemilih rasional, yang memilih berdasarkan kemampuan calon bupati, diantaranya berpengalaman dan berprestasi,” tambahnya.
Viki menyebutkan, bahwa survei tersebut dilaksanakan serentak di 12 kecamatan seluruh wilayah Kabupaten Kolaka, dengan Jumlah responded 440 prang dan margin of error sebesar 4,77 person pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih dengan metode multistage random sampling. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka secara langsung menggunakan kuesioner.
“Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, terlihat bahwa responden survei mirip dengan populasi secara keseluruhan,” pungkasnya.
Laporan: Ikas Cunge








