TenggaraNews.com, KENDARI – Melalui talk show pariwisata yang digagas Komunitas Jurnalis Jalan Jalan (KJ3), Sabtu 7 April 2018 lalu di Grand Clarion Hotel Kendari, Hj. Endang selaku salah satu pelaku industri kreatif yang tentunya tak lepas juga dari sektor kepariwisataan, mencurahkan semua persoalan dan kendala-kendala yang dihadapi selama menekuni usahanya di bidang tenun.
Menurut owner Mahkota Tenun ini, pemerintah Provinsi Sultra dan pemerintah kabupaten/kota perlu menyiapkan lokasi yang refresentatif bagi pelaku ekonomi kreatif. Ini dimaksudkan untuk memudahkan wisatawan domestik dan mancanegara membeli souvenir khas bumi anoa.
“Saat ini etalase pelaku ekonomi kreatif masih berpencar. Belum ada tempat khusus, sehingga kalau ada tamu dari luar Sultra mau membeli oleh-oleh, langsung ke pusat perbelanjaan souvenir, ” kata Hj Endang.
Hj. Endang tampil sebagai narasumber bersama Ridwan Bae anggota komisi V DPR RI, Hugua Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Sultra. Narasumber lain yang tampil dalam talkshow pariwisata yang dirangkaikan deklarasi terbentuknya Komunitas Jurnalis Jalan-jalan (KJ3), yakni Oktrisman Ballaqi mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra dan Abdul Rahman Farizi (ARF) pengamat ekonomi nasional.
Kegiatan talkshow dengan tema membedah potensi pariwisata Sultra dibuka secara resmi Kusnadi, Kepala Dinas Kominfo Sultra, mewakili Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi yang berhalangan hadir.
“Sebenarnya saya hanya mau curhat kepada Bapak Ridwan sebagai wakil rakyat Sultra. Pemerintah perlu menyediakan lokasi khusus bagi pelaku ekonomi kreatif sebagai upaya mendukung sektor pariwisata,” ujarnya.
Mahkota Tenun merupakan usaha tenunan daerah Sultra. Tenunan khas daerah ini banyak diburu oleh para pelancong di Sultra. Etalass Mahkota Tenun dapat dijumpai di Grand Clarion Hotel Kendari. Dalam waktu dekat, Mahkota Tenun akan membuka gerai di pintu masuk Kendari.
Laporan: Ikas Cunge









