TenggaraNews.com, BOMBANA – Calon Wakil Gubernur nomor urut 2, Hugua mengatakan, bahwa Pulau Kabaena yang terletak di Kabupaten Bombana, memiliki potensi wisata yang dapat menjadi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara.
Sayangnya, kata Ketua persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sultra ini, potensi tersebut belum dilirik wisatawan. Hal itu disebabkan karena pemerintah daerah (Pemda) belum maksimal mengelolanya.
Olehnya itu, dibutuhkan peran pemerintah setempat dalam mengembangkan pariwisata secara maksimal.
“Dibutuhkan intervensi pemerintah, kalau mau memaksimalkan seluruh potensi pariwisata Pulau Kabaena. Pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang dibutuhkan wisatawan,” kata Hugua, saat berkunjung di Pulau Kabaena, pekan lalu.
Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra Ir Asrun dan Ir Hugua, melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi ke seluruh pelosok wilayah Sultra. Ini dilakukan, selain melihat potensi wilayah yang dapat dikembangkan, juga untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya di Kabaena.
Hugua yang sukses mengembangkan pariwisata Wakatobi selama menjabat bupati 2 periode, berkunjung ke pulau Kabaena yang terkenal dengan Gunung Sabampolulu, melihat potensi wisata alam dan bahari yang dapat direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan.
Mantan aktivis LSM ini melihat langsung kerangka ikan paus biru di Pelabuhan Sikeli, Kabaena Barat, Kabupaten Bombana. Tulang ikan paus itu diyakini oleh sebagian masyarakat setempat, merupakan tulang raja ikan paus (Raja Baena).
Hugua juga melihat langsung kapal VOC, milik Belanda yang karam di Sagori, Kabaena. Kapal ini diperkirakan tenggelam, saat pecah perang dunia ke 2. Di lokasi ini menjadi site penyelaman yang indah
Laporan: Ikas Cunge









