TenggaraNews.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra kembaki disroti. Pasalnya, sejumlah ruas jalan provinsi nampak rusak parah, dan pemerintah dinilai minim perhatian.
Parahnya lagi, Gubernur Sultra mengalokasikan dana pinjaman dari SMI kurang lebih Rpq tiliun lebih untuk mega proyek Jalan Kendari-Toronipa, dengan volume kurang lebih 14 kilo meter. Sementara 2500 jalan provinsi yang rusak dan tersebar diberbagai daerah di bumi anoa cenderung diabaikan.
Hal itu diungkapkan Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Palangga (Hipmapal). Salah satu ruas jalan provinsi yang rusak berada di Desa Watumerembe, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Kondisi infrastruktur jalan tersebut nampak rusak parah.
Presidium Hipmapal, Julianto Jaya Perdana megatakan, akses jalan tersebut membutuhkan perhatian khusus dari Pemprov dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.
“Akses jalan di Watumerembe membutuhkan perhatian khusus dari Pemprov dan dewan Provinsi Sultra, karena jalan ini merupakan penghubung antara Kendari – Konsel dan Konsel – Bombana,” ujar pria yang populer dengan sapaan Jul kepada Sultrust.id, Selasa 9 Maret 2021.

Menurutnya, terjadinya ketimpangan infrastruktur jalan di Sultra merupakan raport merah kepeminpinan Ali Mazi-Lukman Abunawas.
Jul menegaskan, jalan di Watumerembe harus segera diperbaiki dan dianggarkan Pemprov Sultra, karena akses jalan tersebut dapat menghambat investasi dan dapat mengganggu lingkungan masyarakat.
“Jalan poros Kendari-Andoolo ini merupakan akses utama yang dilalui oleh pedagang lokal maupun dari Bombana menuju Kendari. Kondisi jalan yang rusak ini dapat menghambat waktu tempuh masyarakat untuk tepat sampai di tujuan, dan di sisi lain masyarakat setempat merasa risih dengan polusi akibat jalan yang belum dihitamkan,” jelasnya.
Jul menambahkan, jika dalam waktu dekat Pemprov tak menindaklanjuti jalan rusak tersebut, maka pihaknya akan memboikot akses jalan di Desa Watumerembe, sebagai bentuk evaluasi terhadap raport merah kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunwas, yang dinilai minim perhatian pemerintah.
“Kami meminta kepada stakeholder dalam hal ini Pemprov dan DPRD Sultra untuk segera berkordinasi memperbaiki jalan di Desa Watumerembe,” tambahnya.
“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan aksi unjuk rasa untuk melumpuhkan akses jalan di Desa Watumberembe sebagai bentuk kekecewaan kami di bawah kepemimpinan Gubernur Ali Mazi dan Lukman Abunawas, yang kami nilai minim perhatian terhadap kampung kami,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain di Desa Watumerembe, jalan provinsi yang kondisinya rusak parah dan menuai sorotan juga terjadi di Jalan Poros Lambuya-Motaha.
Laporan: Ikas









