TenggaraNews.com, KENDARI – Menjelang pemilihan kepala daerah di Sultra, salah satunya adalah pemilihan Gubernur yang akan dihelat pada 27 Juni 2018 mendatang. Walikota Kendari nonaktif ADP berharap, agar pesta demokrasi di Kota Kendari dapat perjalan lancar dan kondusif.
Hal ini diungkapkan melalui Kepala Dinas Perhubungan Kota Kendari, Muhamad Ali Aksa.
“Beliau (ADP) meminta kepada jajaran pemerintah Kota Kendari agar menjaga kestabilan demokrasi, yang telah dan akan dihadapi ke depannya,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 18 Mei 2018.
Selain itu, kata Ali Also, Walikota non aktif itu juga mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot, untuk tidak terlibat politik praktis.
Sebab, sebagai ASN harus netral, tidak memihak atau mendukung salah satu calon kepala daerah (Cakada). ASN tidak boleh lagi melakukan gerakan-gerakan tambahan yang akan merugikan diri sendiri.
“Sebab, kalau diketahui terlibat politik praktis, sesuai dengan aturan maka akan diberikan sanksi baik itu sanksi administrasi maupun pemecatan sesuai perbuatan yang dilakukan. Begitu pesan beliau (ADP) kepada saya,” jelas mantan Kadis PU Kota Kendari itu.
Bukan hanya itu, seluruh ASN juga harus tetap meningkatkan kinerja sesuai tugas pokok dan fungsinya, sebagai pelayan masyarakat.
“Agar roda pemerintahan di Kota Kendari tetap berjalan baik dan lancar seperti mestinya,” tambahnya
Ia mengatakan, pada saat ADP dan mantan Wali Kota Kendari (Asrun) dinyatakan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kondisinya saat ini masih sehat-sehat.
“Dalam pertemuan kami pada 2 Maret lalu, beliau meminta maaf dan doa kepada seluruh masyarakat Kota Kendari, agar dia dan ayahnya serta keluarga diberi ketabahan untuk menghadapi cobaan yang menimpanya saat ini,” pungkasnya.
Laporan: Muhamad Isran








